RADAR TULUNGAGUNG – Rencana realisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tulungagung mulai mengerucut pada penyiapan infrastruktur pendukung.
Pemkab Tulungagung juga menyiapkan tiga opsi lahan untuk pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang rencananya akan menggunakan mekanisme pinjam pakai aset.
Ketua Satgas Percepatan MBG Tulungagung, Johanes Bagus Kuncoro mengungkapkan, skema kerja sama antara pemerintah daerah dan pusat ini menempatkan pemkab sebagai penyedia lahan.
Sementara pembangunan fisik sepenuhnya berada di bawah kendali pusat. Dari tiga lokasi yang diajukan, yakni di Kecamatan Pucanglaban, Tanggunggunung, dan Gondang, progres kesiapan lahan tidak sepenuhnya seragam.
"Pemerintah daerah menyiapkan lahan pinjam pakai tiga (lokasi). Yaitu di Pucanglaban, Tanggunggunung, sama Gondang," ujar Bagus.
Hasil peninjauan lapangan, lanjut Bagus, lahan di Kecamatan Tanggunggunung dan Gondang dinilai memiliki kesiapan paling matang untuk segera ditindaklanjuti.
Pembangunan fisik SPPG tersebut diproyeksikan akan menggunakan pos anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) murni dan kemungkinan besar baru akan dimulai pada tahun anggaran mendatang.
"Kemarin yang sudah siap Tanggunggunung sama Gondang. Mungkin dalam waktu dekat ini akan dibangun dari tahun 2025 dari dana APBN," tambahnya.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai lini masa pengerjaan fisik secara rinci maupun target penyelesaian bangunan.
Baca Juga: Legislator Tulungagung Soroti Kelayakan MBG, Bupati Gatut Sunu Minta SPPG Transparan
Bagus menyebut bahwa pemerintah daerah hanya berfokus pada penyediaan tanah kosong, bukan memanfaatkan gedung yang sudah ada. Dengan begitu, nantinya infrastruktur yang berdiri adalah bangunan yang benar-benar baru.
Kendati pembangunan fisik kemungkinan besar baru efektif tahun depan, Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan tahapan program ini sudah mulai berjalan pada tahun ini. "Diupayakan tahun ini running kalau targetnya dari BGN," tandasnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana