TULUNGAGUNG – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) bersama dengan Radar Tulungagung menggelar Workshop Literasi Digital di SMK PGRI 1 Tulungagung, Rabu (10/12). Workshop yang diselenggarakan di bawah payung program Generasi Terkoneksi (GenSi) ini berlangsung meriah dengan pemaparan materi terkait pemanfaatan internet secara cerdas, aman, dan produktif.
GenSi merupakan program literasi digital Indosat yang bertujuan memberdayakan masyarakat Indonesia, khususnya anak muda, agar menjadi warga digital yang cerdas, bertanggung jawab, dan tangguh. Total ada sekitar 50 pelajar Tulungagung yang jadi peserta di program ini.
Sebelumnya, acara serupa telah sukses dilaksanakan di Papua, Solo, Minahasa Utara, Maumere, Bima, Sumbawa, hingga Mataram yang diikuti oleh lebih dari seribu peserta untuk memperkuat keterampilan digital generasi muda.
EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, Fahd Yudhanegoro, menyampaikan bahwa ini merupakan bentuk komitmen Indosat untuk ikut dalam upaya pemerataan akses dan teknologi digital ke berbagai wilayah dan elemet masyarakat.
"Indosat berkomitmen mendukung pemerataan akses di Indonesia Tengah dan menghadirkan manfaat teknologi digital bagi seluruh masyarakat, termasuk pelajar," ungkapnya.
Menurutnya, generasi muda perlu dibekali literasi digital yang cukup. Ini penting agar generasi muda bukan hanya melek teknologi, tapi juga punya rasa tanggung jawab saat bermedia sosial.
"Melalui Generasi Terkoneksi (GenSI), kami membekali Gen Z dengan literasi digital yang inklusif. Bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk perilaku digital yang bertanggung jawab dan positif," jelasnya.
Dia juga menyinggung peluang baru bagi generasi muda untuk bersaing di pasar yang lebih luas di berbagai sektor. itu sebabnya generasi mendatang perlu diberdayakan melalui program-program yang bersinggungan dengan peningkatan literasi.
"Inisiatif ini sejalan dengan misi Indosat untuk memberdayakan Indonesia, membuka peluang baru, dan mempersiapkan generasi muda bersaing di pasar global," tegasnya.
Sementara itu, Waka Kesiswaan SMK PGRI 1 Tulungagung, Dedi Prasetiyo, mengatakan bahwa program ini relevan dengan kondisi saat ini, di mana para pemuda sering terpapar konten-konten di media sosial yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Luar biasa. Dari materi yang disampaikan yang menjadi tema pagi hari ini ya memang up to date. Sesuai dengan kebutuhan anak-anak sekarang. Karena kita tahu literasi sekarang kan menurun drastis," kata Dedi.
Dia menambahkan, para siswa sering kali bersinggungan dengan proses pembuatan konten-konten berbasis digital. Itu sebabnya workshop kali ini dinilai jadi program yang pas untuk membekali para siswa agar nantinya tak memproduksi konten-konten yang tidak sesuai fakta atau hoaks.
"Terlebih juga sekarang teknologi AI (artificial intelligent) luar biasa. Sekarang bisa membuat video-foto yang seperti itu. Kalau tidak didasari dengan literasi yang bagus, hanya melihat sekilas terus langsung ambil keputusan, kan juga berbahaya," sebutnya.
"Jadi Menurut kami dari SMK PGRI (1 Tulungagung) materi ini luar biasa untuk siswa-siswi kami tidak Semoga menjadi wawasan yang baik untuk anak-anak terlebih juga mungkin menjadi ilmu baru untuk anak-anak," sambungnya.
Khusus di wilayah Bumi Ngrowo, Selain SMK PGRI 1 Tulungagung, program GenSi yang diinisiasi oleh Indosat dan Jawa Pos ini juga menyasar SMAN 1 Kauman di hari yang sama. (dit)
Editor : Aditya Yuda Setya Putra