Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Lalu Lintas di Ngunut Tulungagung Sering Tersendat, Pemerintah Kecamatan Bermimpi Ada Ring Road untuk Pemecah Arus, Ada Ganjalan yang Menghadang

Dharaka R. Perdana • Kamis, 11 Desember 2025 | 17:36 WIB

Kondisi arus lalu lintas di sekitar monumen tugu rante di Kecamatan Ngunut yang selama ini difungsikan sebagai jalur alternatif. (DR PERDANA/RADAR TULUNGAGUNG)
Kondisi arus lalu lintas di sekitar monumen tugu rante di Kecamatan Ngunut yang selama ini difungsikan sebagai jalur alternatif. (DR PERDANA/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG – Kemacetan masih menjadi pemandangan yang akrab bagi warga dan pengguna jalan yang melintas di wilayah Kecamatan Ngunut, Tulungagung.

Pada jam-jam tertentu, terutama saat ada sebuah event, arus kendaraan kerap tersendat panjang. Mobil, truk, dan sepeda motor bergerak pelan, bahkan sesekali harus berhenti karena kepadatan yang menumpuk di beberapa titik di perkotaan terbesar kedua di Tulungagung itu.

Baca Juga: Nyaru Petugas PLN Memeriksa Jaringan Listrik, HP Milik Warga Ngunut Tulungagung Raib Digondol Maling

Kondisi ini wajar terjadi mengingat Ngunut berada di jalur strategis penghubung Tulungagung menuju Blitar dan Malang.

Sebagai salah satu poros utama di sisi timur kabupaten, seluruh jenis kendaraan, mulai truk besar pengangkut logistik, bus antarkota, hingga kendaraan pribadi hampir tak henti melintas setiap hari. Aktivitas perdagangan dan industri yang tumbuh pesat turut memperpadat lalu lintas di kawasan ini.

Baca Juga: Pagelaran Wayang Kulit Kresna Duta Meriahkan Hari Jadi Tulungagung ke-820 di Ngunut, Warga Melekan Semalam Suntuk

Camat Ngunut, Sutrisno, tidak menampik bahwa kepadatan lalu lintas telah menjadi tantangan serius yang berdampak pada kenyamanan mobilitas warga maupun produktivitas ekonomi.

Ia menyebut, idealnya diperlukan jalur alternatif atau ring road untuk memecah konsentrasi kendaraan, terutama dari kawasan simpang empat Tugu Rante menuju arah timur.

Baca Juga: Camat Sumbergempol dan Ngunut Terus Menjalin Kemitraan dengan Radar Tulungagung, Mereka Bilang Begini

“Kami di kecamatan sudah lama memimpikan adanya ring road yang bisa mengurai arus padat tersebut. Kalau ada jalur lingkar, kendaraan berat tidak harus masuk ke tengah permukiman atau kawasan perdagangan,” ujarnya.

Namun, Sutrisno menjelaskan bahwa harapan itu masih sulit direalisasikan dalam waktu dekat. Salah satu titik krusial jalur yang diusulkan diketahui melintas di atas lahan yang masih berada dalam penguasaan eks PG Koenir, yang dikelola PTPN.

Baca Juga: SPPG Kalangan Ngunut Tulungagung Mampu Mendistribusikan Makanan Bergizi Kepada 2.763 Siswa

Status lahan yang belum jelas membuat pemerintah daerah belum bisa melakukan pembebasan maupun perencanaan teknis lebih lanjut.

“Selama lahan itu belum ada penyelesaian administrasi dan pelepasan dari pihak terkait, pemerintah daerah belum bisa berbuat banyak. Kami hanya bisa menunggu proses di tingkat atas,” tambahnya.

Meski begitu, pihak kecamatan tetap berharap sinergi antara pemerintah daerah, PTPN, serta kementerian terkait dapat terbangun sehingga wacana ring road tidak sekadar menjadi mimpi.

Pasalnya, mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Ngunut diprediksi terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan, sehingga kebutuhan jalur alternatif semakin mendesak. "Kami hanya bisa berdoa semoga hal tersebut bisa segera direalisasikan," tandasnya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#ring road #ngunut #tulungagung #lalu lintas tersendat