RADAR TULUNGAGUNG – Kondisi infrastruktur jalan di Tulungagung menjelang tutup tahun 2025 masih jadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.
Itu sebabnya, Dinas PUPR Tulungagung merencanakan perbaikan jalan skala kecil atau perawatan melalui empat unit pelaksana teknis.
Plt Kepala Dinas PUPR Tulungagung, Agus Sulistiono, mengungkapkan bahwa telah menginstruksikan empat UPT yang tersebar di wilayah Tulungagung untuk segera melakukan penanganan jalan.
Masing-masing UPT dijatah anggaran sekitar Rp 500 juta. Agus menjelaskan bahwa alokasi anggaran tersebut nantinya akan dimaksimalkan untuk pengadaan bahan material jalan, baik berupa full mix maupun aspal kemas, tergantung pada kebutuhan spesifik di lapangan.
“Per UPT ada Rp 500 juta, tapi macam-macam. Ada untuk full mix, ada juga untuk aspal kemas,” jelas Agus.
Kendati demikian, dia menekankan bahwa perbaikan yang dilakukan di pengujung tahun ini sifatnya hanya penanganan sementara atau insidental.
Karena difokuskan pada penambalan lubang-lubang jalan yang berpotensi membahayakan pengendara, bukan rekonstruksi jalan secara menyeluruh.
“Kalau untuk kegiatan yang bersifat insidental atau rutin, nanti UPT segera bergerak. Karena ini setelah pengadaan bahan untuk pemeliharaan rutin full mix atau mungkin aspal kemas, itu nanti bisa segera dilaksanakan untuk penambalan yang sifatnya lubang-lubang,” ucapnya.
Agus mengaku bahwa kerusakan dengan kategori berat harus ditangani di tahun depan dengan jumlah anggaran yang lebih besar.
“Jadi rusak-rusak ringan setempat, bukan yang (rusak) berat. Kalau berat nanti tetap diprogramkan untuk kegiatan-kegiatan di bidang pada 2026,” tegasnya.
Sebagai langkah taktis menanggapi banyaknya titik kerusakan yang kian parah, Agus menyebut dinas akan tetap melakukan penambalan seadanya sebagai solusi jangka pendek sembari menunggu pelaksanaan program perbaikan yang lebih permanen.
“Selesai sementara itu tetap kita tempel sambil mencari alternatif solusi yang mungkin lebih awal daripada full mix,” pungkasnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana