RADAR TULUNGAGUNG – Program pemenuhan gizi gratis di Tulungagung kembali bertambah.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Tulungagung 2 yang berlokasi di Desa Jarakan, Kecamatan Gondang, resmi beroperasi dan mulai mendistribusikan makanan bergizi gratis (MBG) pada Kamis (11/12).
Pada distribusi perdana, SPPG menyalurkan 966 paket makanan ke dua desa yakni Jarakan dan Wonokromo.
Sasaran penerima manfaat mencakup anak PAUD hingga SMA, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. “Tahap pertama ini ada 966 paket makan,” jelas Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi.
Menurut Kapolres, pola pendistribusian dilakukan bertahap berdasarkan petunjuk Badan Gizi Nasional (BGN).
Kapasitas produksi minggu pertama ditetapkan maksimal 1.000 porsi, kemudian meningkat menjadi 1.500 porsi di minggu kedua, dan mencapai 2.500–3.000 porsi per hari pada minggu ketiga. Penyesuaian ini diperlukan agar relawan dan dapur produksi siap bekerja penuh.
Untuk memastikan makanan aman dikonsumsi, Polres Tulungagung menerapkan prosedur pengecekan ketat.
Setiap menu harus melalui dua tahap uji oleh Tim Dokkes: uji organoleptik (rasa, aroma, warna, tekstur, dan bentuk) serta uji kimia menggunakan tes kit guna memastikan tidak ada kandungan nitrit, arsenik, formalin, atau sianida.
“Jika ditemukan salah satu zat itu, makanan tidak boleh diedarkan,” tegas AKBP Taat.
Selain dua SPPG yang telah berjalan, Polres Tulungagung tengah mempersiapkan layanan ketiga di Kecamatan Bandung, sejalan dengan instruksi Polda Jatim bahwa setiap polres minimal memiliki tiga unit pemenuhan gizi.
Kapolres memastikan siap menambah layanan bila dibutuhkan, terutama untuk wilayah yang sulit dijangkau.
Usai pelepasan mobil distribusi, kapolres meninjau langsung pembagian makanan di SDN 2 Jarakan dan SDN 1 Jarakan.
Anak-anak di dua sekolah itu tampak antusias menerima paket MBG, bahkan beberapa di antaranya berharap menu tertentu dapat disajikan pada distribusi berikutnya. ****