RADAR TULUNGAGUNG – Meski perbaikan akses jalan di Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat, rampung, Dinas PUPR Tulungagung belum dapat memastikan perbaikan skala mayor pada salah satu titik prioritas ini.
Pasalnya, Pemkab Tulungagung masih menanti kejelasan program bantuan pemerintah pusat melalui inpres jalan daerah (IJD).
Plt Kepala Dinas PUPR Tulungagung, Agus Sulistiyono menjelaskan, setelah menerima arahan pimpinan mengenai kondisi jalan yang rusak, pihaknya segera menginstruksikan tim teknis di lapangan untuk melakukan pemeliharaan rutin guna menutup lubang-lubang di ruas jalan yang dimaksud.
"Jadi setelah ada instruksi dari Pak Bupati, arahan Pak Bupati untuk perbaikan di jalan Desa Gamping yang kondisinya memang lumayan parah, kemarin saya langsung instruksikan pada UPT Pemeliharaan Jalan Wilayah Campurdarat untuk segera memperbaiki sesuai arahan Pak Bupati," jelas Agus.
Penanganan yang dilakukan saat ini bersifat pemeliharaan rutin atau penambalan setempat. Opsi ini dipilih mengingat panjang area kerusakan parah yang ditangani diperkirakan kurang dari setengah kilometer, namun sudah cukup untuk mengembalikan fungsionalitas jalan.
"Dan alhamdulillah kemarin satu hari sudah selesai. Apa yang menjadi arahan Pak Bupati sudah kita perbaiki dan beberapa yang di utaranya yang juga lubang-lubang kemarin Kamis kita juga tambal," ucapnya.
Baca Juga: APBD 2026 Pemkab Tulungagung Didok Rp 3,2 Triliun, Sektor Infrastruktur Masih Prioritas
Meski perbaikan darurat telah dilakukan, dia mengakui bahwa ruas jalan tersebut sebenarnya telah masuk dalam skema prioritas untuk mendapatkan peningkatan kualitas yang lebih permanen melalui bantuan IJD dari pemerintah pusat yang mencakup ruas Boyolangu hingga Sawo.
"(Untuk ruas ini) ada bantuan dari IJD sebenarnya. Mulai dari yang ruas Boyolangu-Campurdarat sampai nanti Campurdarat-Sawo," ungkap Agus.
Terkait realisasi proyek berskala besar tersebut, Agus menyebut pihaknya masih menunggu kepastian kabar dari pusat apakah eksekusi fisik akan dimulai pada sisa tahun anggaran ini atau bergeser ke tahun depan.
"Tapi pelaksanaannya kita juga masih menunggu dari kabar dari IJD tahun ini atau mungkin tahun depan. Kayaknya tahun ini udah mau habis. Kemungkinan tahun ini kayaknya kecil," jelasnya.
Kendati demikian, dia meyakini bahwa proyek tersebut dipastikan akan berjalan untuk menangani kerusakan secara menyeluruh jika tidak ada kendala mendesak lainnya, mengingat tahapan administrasi lelang sudah dilaksanakan.
"Kalau tidak ada sesuatu yang (jadi kendala), itu fiks soalnya sudah lelang posisinya kemarin," tutupnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana