Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jejak Prestasi dr Fitranti dari RSUD dr Iskak Tulungagung Menembus Panggung Kardiologi Internasional

Sandy Sri Yuwana • Kamis, 18 Desember 2025 | 05:03 WIB
Prestasi dr Fitranti Suciati Laitupa, SpJP(K) ketika mempresentasikan hasil penelitiannya tentang pemanfaatan CT Scan jantung untuk menilai skor kalsium pada pembuluh darah koroner, di Wina Austria.
Prestasi dr Fitranti Suciati Laitupa, SpJP(K) ketika mempresentasikan hasil penelitiannya tentang pemanfaatan CT Scan jantung untuk menilai skor kalsium pada pembuluh darah koroner, di Wina Austria.

RADAR TULUNGAGUNG – RSUD dr Iskak Tulungagung kembali menegaskan kiprahnya di level internasional. Kali ini, prestasi itu datang dari sosok dr Fitranti Suciati Laitupa, SpJP(K), dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan pencitraan kardiovaskular, yang pada Jumat (12/12), karya penelitiannya terpilih dan dipresentasikan dalam ajang ilmiah kardiologi dunia di Wina, Austria.

Menariknya dalam ajang Internasional tersebut hanya ada lima dokter dari seluruh Indonesia yang terpilih salah satunya dokter dari RSUD dr Iskak Tulungagung tersebut.

Bagi dr Fitranti, berdiri di forum European Association of Cardiovascular Imaging (EACVI) Congress bukan sekadar perjalanan akademik, melainkan pencapaian besar setelah melewati seleksi yang sangat ketat.

Dari sekitar 40.900 abstrak penelitian yang masuk dari berbagai negara, hanya sekitar 400 penelitian yang dinyatakan lolos. Dari Indonesia sendiri, hanya lima peneliti yang berhasil menembus seleksi tersebut.

“Untuk bisa diterima di Wina itu tidak mudah. Alhamdulillah, ini menjadi pencapaian yang sangat tinggi bagi saya,” ujar dr Fitranti yang juga bekerja di RSI Orpeha Tulungagung.

Dalam kongres tahunan yang menjadi ajang berkumpulnya para konsultan pencitraan kardiovaskular dan ahli ekokardiografi dari seluruh dunia itu, dr Fitranti mempresentasikan penelitian yang ia susun bersama gurunya saat menempuh pendidikan di National Taiwan University Hospital, Taiwan, yakni bersama Dr. Wen Cheng Li.

Penelitian tersebut membahas pemanfaatan CT Scan jantung untuk menilai calcium score atau skor kalsium pada pembuluh darah koroner.

Calcium score sendiri merupakan penilaian jumlah kalsium di pembuluh darah koroner, yaitu pembuluh yang bila mengalami penyempitan dapat memicu serangan jantung.

Melalui penelitiannya, dr Fitranti meneliti sejauh mana skor kalsium dapat digunakan sebagai prediktor risiko serangan jantung koroner di masa depan.

“Jika skor kalsium seseorang tinggi, maka berdasarkan penelitian ini ada kemungkinan lebih besar terjadi serangan jantung koroner. Dari situ, dokter bisa lebih dini menentukan langkah pencegahan, baik lewat obat maupun anjuran aktivitas fisik,” jelasnya.

Presentasi tersebut menempatkan dr Fitranti satu panggung dengan peneliti dari berbagai negara Eropa seperti Belgia, Spanyol, Italia, hingga Polandia.

Meski persaingan ketat, setiap karya yang dipresentasikan mendapat apresiasi tinggi dari audiens karena telah melewati proses seleksi berlapis.

Hasil penelitian ini bukan hanya berhenti di ruang kongres internasional. Bagi dr Fitranti, yang terpenting adalah manfaatnya bagi masyarakat Tulungagung.

Terlebih, layanan CT Scan jantung dan penilaian skor kalsium koroner telah tersedia di RSUD dr Iskak dan berjalan sekitar satu tahun terakhir.

“Dengan adanya layanan ini di RSUD dr Iskak, kami bisa lebih preventif dalam menangani penyakit jantung koroner. Harapannya, angka serangan jantung koroner di Tulungagung bisa semakin menurun,” katanya.

Ke depan, RSUD dr Iskak juga tengah mengembangkan layanan CT Scan jantung dan skor kalsium untuk keperluan medical check up, tidak hanya bagi pasien yang sudah bergejala, tetapi juga bagi masyarakat yang ingin melakukan deteksi dini.

Meski sempat menimba ilmu dan menorehkan prestasi hingga ke negara Taiwan dan Eropa, dr Fitranti menegaskan komitmennya untuk kembali mengabdi.

“Tujuan utama saya tetap untuk masyarakat Tulungagung. Semoga ke depan, dengan pelayanan dan penelitian ini, penyakit jantung koroner semakin berkurang,” tuturnya.

Dari RSUD dr Iskak hingga panggung ilmiah dunia di Wina, langkah dr Fitranti menjadi bukti bahwa kontribusi besar bagi kesehatan global bisa lahir dari daerah dan kembali untuk masyarakat daerah.

Editor : Sandy Sri Yuwana
#tulungagung #internasional #rsud dr iskak tulungagung #prestasi #bedah jantung