RADAR TULUNGAGUNG – Pembangunan trotoar di Jalan Teuku Umar memantik beragam harapan dari masyarakat.
Selain dinilai mampu memperindah wajah kota, kawasan tersebut juga dibayangkan bisa menjadi ruang publik yang nyaman bagi pejalan kaki.
Rama, salah satu pengguna jalan, menilai pembangunan trotoar itu merupakan langkah positif pemerintah daerah dalam menata kawasan perkotaan.
Menurutnya, keberadaan trotoar yang rapi dan tertata dapat mengubah kesan Jalan Teuku Umar menjadi lebih modern dan ramah bagi masyarakat.
“Kalau ditata dengan baik, jalan ini bisa jadi lebih indah. Bahkan warga punya mimpi, kawasan ini bisa mirip Malioboro di Jogjakarta, jadi ikon kota,” ujar Rama, kemarin.
Tak hanya soal estetika, Rama juga berharap trotoar tersebut dilengkapi fasilitas pendukung. Salah satunya adalah lampu hias yang dipasang di bagian bawah atau sisi trotoar.
Penerangan dinilai penting untuk menambah keindahan sekaligus meningkatkan rasa aman, terutama pada malam hari.
“Kalau ada lampu-lampu hias, suasananya pasti beda. Malam hari jadi lebih hidup dan nyaman untuk pejalan kaki,” imbuh pria asal Trenggalek ini.
Hal senada diungkapkan Sunaryo, warga Kecamatan Tulungagung. Menurut dia, muncul pula kekhawatiran dari warga mengenai potensi PKL yang memanfaatkan area tersebut.
“Harapannya jangan sampai trotoar ini malah dipenuhi PKL. Kalau itu terjadi, pejalan kaki tetap tidak punya ruang,” tegasnya.
Dia berharap pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menyiapkan aturan dan pengawasan yang jelas.
Dengan begitu, fungsi trotoar sebagai ruang publik bisa benar-benar dirasakan masyarakat sekaligus menjadi wajah baru Kota Tulungagung yang lebih tertata dan nyaman. (*/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri