RADAR TULUNGAGUNG - Di saat akhir tahun identik dengan tiket mahal dan tempat wisata penuh sesak, orang desa di Tulungagung punya cara lain untuk menutup tahun jauh lebih sederhana, tapi terasa utuh. Modalnya bahkan tak sampai Rp5 ribu..
Baca Juga: Liburan Akhir Tahun ke Pantai Gemah Tulungagung, Destinasi Favorit Liburan Keluarga
Pagi atau sore hari, sebungkus roti sederhana dan segelas teh panas sudah cukup. Berdiri di pematang sawah, kaki menjuntai menyentuh tanah yang masih hangat oleh matahari.
Angin membawa aroma padi, suara burung pulang ke sarang, dan langit pelan-pelan berubah warna. Tak ada tiket masuk. Tak ada antrean. Hanya waktu yang berjalan pelan.
Yang paling berharga justru bukan makanannya, melainkan obrolannya. Cerita setahun ke belakang mengalir tanpa layar ponsel, tanpa notifikasi.
Tentang panen yang pas-pasan, hujan yang datang terlambat, atau harapan kecil untuk tahun depan. Tawa muncul alami, sunyi pun terasa ramah.
Liburan 5 ribu rupiah ini mengajarkan satu hal penting bahagia tak selalu soal pergi jauh. Kadang, cukup berhenti sejenak di tempat kita berdiri, menutup tahun dengan rasa syukur, dan menyambut yang baru dengan hati yang lebih ringan.
Di Tulungagung, akhir tahun bukan tentang ke mana kita pergi melainkan dengan siapa kita duduk, dan seberapa jujur kita menikmati hidup. ****
Editor : Dharaka R. Perdana