Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tahun 2025 Segera Berakhir, Waktunya Membuka Buku Baru dalam Menjalani Hidup

Yoga Dany Damara • Senin, 22 Desember 2025 | 05:09 WIB

Saat 2025 perlahan menutup diri, Tulungagung mengajarkan satu hal sederhana tidak apa-apa memulai lagi, dengan langkah kecil, di tempat yang sama.
Saat 2025 perlahan menutup diri, Tulungagung mengajarkan satu hal sederhana tidak apa-apa memulai lagi, dengan langkah kecil, di tempat yang sama.

RADAR TULUNGAGUNG - Akhir tahun di Tulungagung selalu datang dengan cara yang sederhana. Tidak ada hitung mundur yang berisik, tidak juga kembang api yang memaksa langit bersinar.

Yang ada justru jeda ruang kecil untuk bernapas, menoleh ke belakang, lalu pelan-pelan membuka halaman baru.

Baca Juga: Penerbitan Buku KIA Segera Didistribusikan Nasional, Tim Kemenkes RI Lakukan Pemeriksaan Komprehensif di PT DCI

Di kota kecil ini, menutup tahun bukan soal melupakan cerita lama, melainkan membacanya ulang dengan sudut pandang yang berbeda.

Jalan-jalan yang dulu terasa biasa kini tampak lebih akrab. Warung kopi yang sama, bangku kayu yang sama, bahkan obrolan yang itu-itu saja semuanya seperti mengajak kita berhenti sejenak dan bertanya sudah sejauh apa kita berjalan?

Baca Juga: Pahlawan Tak Harus Mengangkat Senjata, Mengenal KH As'ad Humam Sosok di Balik Buku Iqro

Cerita lama terasa baru kembali karena waktu telah mengubah cara kita memaknainya. Kegagalan yang dulu perih kini terasa sebagai guru paling jujur.

Rencana yang tak jadi terlaksana tak lagi memalukan, melainkan penanda bahwa hidup tidak selalu berjalan lurus.

Di Tulungagung, belajar menerima ritme hidup yang pelan membuat kita lebih ramah pada diri sendiri.

Baca Juga: Mengapa Membaca Buku tanpa Warna dan Gambar Membuat Cepat Mengantuk? Ternyata Ada Alasan Ilmiahnya

Pagi di akhir Desember sering dimulai dengan langkah santai. Udara lembap, suara motor sesekali lewat, dan aroma kopi dari dapur rumah.

Tidak ada target besar yang harus dituntaskan. Justru di momen-momen kecil inilah, buku baru itu mulai terbuka tanpa paksaan, tanpa janji berlebihan.

Membuka buku baru di Tulungagung bukan berarti menghapus halaman lama. Ia hadir sebagai kelanjutan.

Cerita lama tetap ada, tapi kini dibaca dengan hati yang lebih tenang. Kita tidak lagi terburu-buru menjadi siapa-siapa, hanya ingin menjalani hari dengan lebih jujur.

Saat 2025 perlahan menutup diri, Tulungagung mengajarkan satu hal sederhana tidak apa-apa memulai lagi, dengan langkah kecil, di tempat yang sama.

Karena kadang, yang benar-benar baru bukanlah ceritanya melainkan cara kita memandangnya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#sederhana #tulungagung #halaman