Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Akhir Tahun Tanpa Kata Syukur Berlebihan, Begini Kebiasaan yang Berkembang di Tulungagung

Yoga Dany Damara • Jumat, 26 Desember 2025 | 05:10 WIB
Akhir tahun di Tulungagung bukan tentang berlebihan bersyukur, melainkan tentang jujur pada diri sendiri. Tentang menerima bahwa tahun ini mungkin tidak spektakuler, tapi juga tidak sia-sia.
Akhir tahun di Tulungagung bukan tentang berlebihan bersyukur, melainkan tentang jujur pada diri sendiri. Tentang menerima bahwa tahun ini mungkin tidak spektakuler, tapi juga tidak sia-sia.

RADAR TULUNGAGUNG - Di Tulungagung, akhir tahun tidak selalu datang dengan pesta, resolusi, atau unggahan panjang tentang rasa syukur yang berlapis-lapis.

Di sini, tahun sering ditutup dengan cara yang lebih tenang tanpa perlu banyak kata, apalagi yang terdengar berlebihan.

Pagi tetap dimulai dengan rutinitas yang sama. Warung kopi buka seperti biasa, sawah masih menyimpan kabut tipis, dan jalanan kota kecil ini tidak tiba-tiba berubah menjadi panggung perayaan.

Tidak ada hitung mundur yang wajib, tidak ada tuntutan untuk merasa “luar biasa” hanya karena kalender akan berganti angka.

Warga Tulungagung seolah paham satu hal sederhana hidup tidak selalu perlu dirayakan dengan sorak.

Ada tahun-tahun yang cukup dilepas dengan diam, dengan napas yang tetap teratur, dengan kesadaran bahwa bisa bertahan saja sudah merupakan pencapaian.

Di akhir tahun, rasa syukur di sini hadir dalam bentuk paling sederhana. Bukan kalimat panjang, bukan status media sosial yang penuh tanda seru.

Syukur hadir ketika hujan turun tepat waktu, ketika pekerjaan masih ada meski tidak sempurna, atau ketika keluarga masih bisa duduk bersama tanpa drama besar. Tidak berlebihan, tidak dibuat-buat.

Pantai-pantai di selatan Tulungagung tetap berdiri dengan ombaknya yang tak peduli tanggal.

Laut tidak tahu ini penghujung tahun, dan justru dari situlah pelajaran datang bahwa hidup berjalan apa adanya, tanpa perlu disesuaikan dengan momen tertentu.

Mungkin inilah cara Tulungagung mengajarkan penutup tahun. Bahwa tidak semua akhir harus dirayakan dengan gegap gempita.

Bahwa tidak semua rasa syukur harus diumumkan. Ada kalanya, cukup tahu di dalam hati bahwa kita masih di sini masih berjalan, masih belajar, dan masih diberi kesempatan melanjutkan hari esok.

Akhir tahun di Tulungagung bukan tentang berlebihan bersyukur, melainkan tentang jujur pada diri sendiri.

Tentang menerima bahwa tahun ini mungkin tidak spektakuler, tapi juga tidak sia-sia. Dan terkadang, itu sudah lebih dari cukup. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#tulungagung #resolusi #syukur