RADAR TULUNGAGUNG – Simpang Empat Kemuning dilarang menjadi simpul kesemrawutan baru di pusat kota Tulungagung.
Apalagi kawasan yang berada di sisi utara Jalan Teuku Umar, Tulungagung ini merupakan salah satu pusat perekonomian yang cukup ramai.
Baca Juga: Trotoar Jalan Teuku Umar Diharapkan Percantik Kota, Diimpikan Jadi Ikon Kota Tulungagung
Sehingga harus memiliki traffic light yang memadai guna mengoptimalkan manajemen lalu lintas di area tersebut.
Kepala Dishub Tulungagung, Iswahjudi, menjelaskan bahwa pengerjaan ini merupakan respons langsung terhadap arahan yang diberikan Bupati Tulungagung.
Pihaknya bergerak segera setelah mendapatkan petunjuk teknis terkait kebutuhan lampu lalu lintas di lokasi yang dinilai krusial tersebut.
Baca Juga: Gelar Sidak, KomisiD DPRD Tulungagung Minta Proyek Darainase Jalan Teuku Umar Rampung Akhir Tahun
"Setelah menerima petunjuk dari bapak bupati, langsung kami kerjakan proses pemasangannya" ungkap Iswahjudi pada Senin (22/12) lalu.
Menurut Iswahjudi, untuk tahap awal ini, pemasangan perangkat traffic light akan difokuskan pada dua titik atau dua sisi simpang.
Penempatan ini dilakukan berdasarkan kajian kebutuhan arus kendaraan yang melintas di kawasan Kemuning agar lebih tertib dan meminimalisir potensi konflik arus.
Mengenai kendala di lapangan, Iswahjudi mengaku sejauh ini proses pengerjaan berjalan cukup lancar.
Hanya saja, petugas perlu melakukan beberapa penyesuaian pada infrastruktur lama yang ada di lokasi agar selaras dengan kedudukan perangkat lampu yang baru.
"Sementara ini tidak ada (kendala). Hanya mengganti tempat ini, nanti kita bongkar, kita sesuaikan dengan tapaknya yang di traffic itu," imbuhnya.
Untuk diketahui, di akhir pekan lalu, Bupati Gatut Sunu meninjau proyek drainase yang baru rampung dikerjakan di ruas Jalan Teuku Umar dan Jalan WR Supratman.
Hasilnya, pimpinan daerah menginstruksikan OPD terkait, yang dalam hal adalah Dishub dan Dinas PUPR, untuk berkoordinasi dan mempercepat pemasangan traffic light yang sempat dilepas saat dimulainya pengerjaan proyek. ****
Editor : Dharaka R. Perdana