RADAR TULUNGAGUNG - Di Tulungagung, akhir tahun tak selalu identik dengan kembang api atau hitung mundur yang riuh.
Ketika banyak kota sibuk mengejar momen tengah malam, sebagian warga justru memilih hal yang jauh lebih sederhana tidur lebih awal. Bukan karena tak punya rencana, tapi karena tubuh punya prioritas sendiri.
Baca Juga: 7 Spot Paling Hening yang Layak Dinikmati Saat Semua Orang Masih Tidur, Mau Mencari dan Mencobanya?
Malam 31 Desember berjalan seperti malam biasa. Jalanan tidak sepenuhnya sepi, tapi juga tidak hiruk. Televisi mungkin menyala sebentar, ponsel digenggam sambil membaca kabar pergantian tahun di tempat lain, lalu dimatikan.
Kasur terasa lebih menggoda daripada suara petasan. Jam tidur, yang selama setahun sering dikorbankan, akhirnya mendapat kesempatan untuk diprioritaskan.
Baca Juga: Hanya 10 Menit! Dongeng sebelum Tidur Bisa Tingkatkan Imajinasi dan IQ Anak
Pilihan untuk tidur bukan tanda menyerah pada waktu, melainkan bentuk perayaan yang sunyi. Tahun baru tak harus disambut dalam keadaan lelah.
Bangun pagi dengan badan segar justru terasa seperti hadiah kecil untuk diri sendiri. Matahari 1 Januari datang tanpa sisa begadang, tanpa kepala berat, tanpa kopi berlebihan.
Baca Juga: Alasan Orang Suka Tidur dengan Kipas Angin Menyala, Ternyata Menyimpan Dampak Negatif bagi Kesehatan
Di Tulungagung, menyambut tahun baru esok pagi bukan hal aneh. Orang-orang tetap bangun, menyiapkan sarapan, membuka warung, atau sekadar menyapu halaman. Tahun berganti tanpa perlu ditunggu. Ia tetap datang, bahkan ketika kita memilih terlelap.
Akhirnya, tidur lebih awal di malam pergantian tahun menjadi cara paling jujur untuk menghargai diri. Tidak ada resolusi besar, tidak ada teriakan meriah.
Hanya istirahat yang cukup, agar esok hari bisa dijalani dengan kepala lebih ringan. Di Tulungagung, mungkin inilah bentuk perayaan yang paling masuk akal memulai tahun baru dengan badan yang benar-benar siap. ****
Editor : Dharaka R. Perdana