RADAR TULUNGAGUNG – Rencana perayaan malam pergantian tahun 2025 ke 2026 di Tulungagung tampaknya bakal berlangsung lebih sunyi.
Hal ini menyusul adanya instruksi dari Kapolri yang meminta seluruh jajaran untuk tidak menyelenggarakan pesta kembang api.
Langkah tersebut diambil sebagai bentuk simpati dan solidaritas nasional atas bencana alam dahsyat di Pulau Sumatera yang telah merenggut ribuan nyawa.
Menanggapi instruksi pusat tersebut, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo menyatakan bahwa menggelar kajian mendalam terkait agenda rutin akhir tahun di Kota Marmer.
Meskipun secara tradisi Pemkab Tulungagung kerap memfasilitasi hiburan bagi masyarakat, namun untuk tahun ini intensitasnya kemungkinan besar akan disesuaikan.
Dia mengisyaratkan perlunya pembahasan lebih serius di internal pemkab untuk memutuskan apakah pesta kembang api tetap ditiadakan secara total atau diganti dengan kegiatan lain yang lebih bersifat reflektif.
"Karena di ujung akhir tahun ini biasanya ada, tapi nanti kita ndak terlalu yang euforia, yang akhirnya juga kondisi akhir ini kan banyak bencana di luar Jawa," ujarnya.
Lebih lanjut, Gatut Sunu menjelaskan bahwa Pemkab Tulungagung tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan yang bisa memicu polemik di tengah situasi nasional yang sedang prihatin.
Dia mengaku akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan jajaran Forkopimda Tulungagung.
Hal ini dilakukan agar kebijakan yang diambil nanti benar-benar merepresentasikan rasa empati terhadap korban bencana tanpa mengesampingkan keinginan masyarakat untuk merayakan momen pergantian tahun dengan aman.
"Kita menyesuaikan saja biar nanti tidak digoreng oleh orang-orang bertanggung jawab," paparnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana