Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Warga Tulungagung Menutup Tahun Seperti Menyapu Halaman dengan Pelan, Begini Alasannya

Yoga Dany Damara • Kamis, 1 Januari 2026 | 05:14 WIB

Di Tulungagung, menutup tahun tidak selalu berarti menyiapkan perayaan. Tidak semua orang merasa perlu menghitung mundur detik terakhir atau menyalakan kembang api.
Di Tulungagung, menutup tahun tidak selalu berarti menyiapkan perayaan. Tidak semua orang merasa perlu menghitung mundur detik terakhir atau menyalakan kembang api.

RADAR TULUNGAGUNG - Di Tulungagung, menutup tahun tidak selalu berarti menyiapkan perayaan. Tidak semua orang merasa perlu menghitung mundur detik terakhir atau menyalakan kembang api.

Sebagian justru memilih cara yang lebih sederhana seperti menyapu halaman rumah di sore hari pelan, tidak tergesa, asal bersih.

Baca Juga: Tampil Superior, Yamaha Sapu Bersih Gelar Juara Kejurnas Mandalika Racing Series 2025

Sapu digerakkan perlahan. Debu-debu kecil dikumpulkan, bukan untuk disesali, hanya untuk disingkirkan. Tidak ada target harus berkilau, cukup rapi agar esok bisa dilewati dengan lebih lega.

Begitulah cara banyak orang di kota ini mengakhiri tahun: tanpa drama, tanpa pengumuman besar tentang pencapaian atau kegagalan.

Baca Juga: Lampu Jalan di Tulungagung Tetap Menyala Saat Tahun Berganti, Benarkah Hal Ini Menyiratkan Sesuatu yang Bernilai?

Tahun yang lewat di Tulungagung sering kali terasa seperti halaman yang benar-benar dipakai hidup. Ada daun kering dari rencana yang gugur di tengah jalan.

Ada pasir halus dari lelah yang tidak sempat diceritakan ke siapa pun. Ada juga sisa lumpur dari hujan-hujan berat yang pernah datang tanpa izin. Semua itu tidak perlu dibedah satu per satu cukup disapu, pelan-pelan.

Baca Juga: Jika pada 2025 Begitu Melelahkan Jiwa dan Ragamu, Tulungagung Adalah Tempat untuk Duduk Beristirahat

Tidak semua orang ingin membuka ulang cerita lama. Ada yang memilih berdamai dengan cara paling sederhana merapikan ruang di sekitarnya.

Menata kursi, mencuci piring terakhir, mematikan lampu lebih awal. Aktivitas kecil yang terasa sepele, tapi justru menenangkan kepala.

Tulungagung memahami bahwa tidak semua akhir tahun harus penuh evaluasi. Tidak semua hidup perlu ditarik garis besar. Ada masa ketika yang dibutuhkan hanya perasaan “sudah cukup untuk hari ini”. Dan itu tidak apa-apa.

Seperti halaman yang sudah bersih, bukan berarti tidak pernah kotor. Hanya berarti ia siap dipijak lagi besok. Dengan kaki yang sama, langkah yang sama, tapi hati yang sedikit lebih ringan.

Menutup tahun di Tulungagung bukan tentang menyiapkan diri untuk menjadi luar biasa. Cukup memastikan halaman rumah tidak berantakan. Lalu masuk ke dalam, menutup pintu, dan membiarkan malam bekerja sendiri. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#tulungagung #menyapu #halaman