RADAR TULUNGAGUNG - 2026 tiba di Tulungagung tanpa pengumuman. Tidak ada hitung mundur yang benar-benar diperhatikan, tidak ada sorak yang membuat orang menoleh.
Tahun baru datang sebagaimana hari-hari lain datang pelan, wajar, dan tidak merasa perlu memberi tanda.
Baca Juga: Warga Tulungagung Menutup Tahun Seperti Menyapu Halaman dengan Pelan, Begini Alasannya
Di beberapa rumah, lampu masih menyala seperti biasa. Ada yang masih terjaga bukan karena merayakan, tapi karena belum mengantuk.
Ada pula yang sudah tidur lebih awal, percaya bahwa pagi tetap akan datang meski tanpa disambut. Tulungagung tidak merasa perlu berubah hanya karena angka di kalender berganti.
Baca Juga: Tulungagung di Penghujung Tahun, Ketika Bangun Pagi Masih Jadi Rencana
Pagi pertama 2026 pun berjalan dengan cara yang sama. Warung buka di jam yang sama, kopi diseduh dengan takaran yang sama, jalanan kembali diisi orang-orang dengan tujuan sederhana.
Tidak ada resolusi yang diumumkan keras-keras. Yang ada hanya niat kecil menjalani hari, menyelesaikan pekerjaan, pulang dengan selamat.
Di kota ini, kebiasaan adalah bentuk penerimaan. Bahwa hidup tidak selalu harus dirayakan untuk bisa dijalani.
Bahwa pergantian tahun tidak selalu menuntut versi diri yang baru. Kadang cukup bertahan dengan versi lama yang masih sanggup bangun pagi.
2026 memang datang, tapi tidak mengetuk pintu. Ia masuk begitu saja, duduk di kursi yang sama, minum kopi yang sama, dan membiarkan orang-orang Tulungagung melanjutkan hidupnya. Seperti kebiasaan. Tanpa diumumkan. ****
Editor : Dharaka R. Perdana