RADAR TULUNGAGUNG – Bencana angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tulungagung, Sabtu (3/1). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.00 hingga malam hari itu mengakibatkan puluhan rumah warga di lima Kecamatan mengalami kerusakan serta satu fasilitas milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) roboh.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun BPBD Tulungagung hingga pukul 19.20 tercatat sebanyak 68 rumah warga rusak ringan dan satu bangunan terbuka milik BUMDes roboh tersapu angin.
Kerusakan didominasi pada bagian atap berupa asbes dan genteng yang terlepas akibat terpaan angin.
Sebaran kerusakan paling banyak terjadi di Desa Waung, Kecamatan Boyolangu, tepatnya di Dusun Krajan dengan total 51 rumah warga mengalami rusak ringan.
Selanjutnya, di Desa Purworejo, Kecamatan Ngunut, masing-masing satu rumah warga rusak ringan tercatat di Dusun Sumurwarak, Dusun Dukuh, dan Dusun Pati.
Di wilayah lain, bencana serupa juga berdampak pada delapan rumah di Dusun Dami Nepen, Desa Rejosari, Kecamatan Gondang, serta enam rumah di Dusun Cangkringan, Desa Trenceng, Kecamatan Sumbergempol.
Sementara itu, di Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, satu bangunan terbuka milik BUMDes dilaporkan ambuk.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tulungagung, Sudarmaji, melalui Koordinator Pusdalops Penanggulangan Bencana, Muhamad Noval Hamami saat dikonfirmasi membenarkan adanya bencana angin kencang tersebut.
Ia mengatakan data kerusakan yang diterima masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah seiring proses pendataan di lapangan.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Tulungagung langsung melakukan berbagai upaya penanganan.
Di antaranya dengan melakukan monitoring wilayah rawan bencana melalui WhatsApp, media sosial, dan radio komunikasi VHF, serta melakukan assessment langsung di lokasi terdampak. Selain itu, petugas juga menangani pohon tumbang di depan Stasiun Rejotangan, Desa Purworejo, Kecamatan Ngunut, dan Desa Waung, Kecamatan Boyolangu
“Angin kencang terjadi saat kondisi cuaca berawan disertai hujan ringan. Dampaknya cukup merata di beberapa kecamatan, namun sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa. Kerusakan didominasi pada atap rumah warga,” ujar Noval.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Kami mengimbau warga agar mengamankan bangunan, terutama bagian atap, serta menghindari aktivitas di bawah pohon besar saat terjadi hujan disertai angin kencang,” pungkasnya.
Editor : Sandy Sri Yuwana