Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Terkena Tendangan Kungfu Pemain PS Putra Jaya Pasuruan, Bek Perseta 1970 Retak Tulang Area Dada

Sandy Sri Yuwana • Selasa, 6 Januari 2026 | 18:37 WIB
Tangkapan layar video proses terjadinya pelanggaran keras yang dilakukan pemain PS Putra Jaya, Hilmi  kepada pemain Perseta 1970, Firman, ketika pertandingan liga 4 Jatim (5/1)
Tangkapan layar video proses terjadinya pelanggaran keras yang dilakukan pemain PS Putra Jaya, Hilmi kepada pemain Perseta 1970, Firman, ketika pertandingan liga 4 Jatim (5/1)

RADAR TULUNGAGUNG – Tindakan kekerasan terjadi dalam pertandingan babak 32 besar Liga 4 Jawa Timur 2026 antara PS Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (5/1).

Aksi tersebut melibatkan pemain PS Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar (nomor punggung 23), yang melakukan tendangan keras ke arah dada pemain Perseta 1970, Firman Nugraha Ardiansyah, hingga membuat korban mengalami cedera serius dan harus mendapatkan perawatan medis.

 

Peristiwa itu terjadi pada menit ke-72 pertandingan. Saat Perseta 1970 membangun serangan dari sisi kiri, Firman Nugraha melepaskan umpan ke depan, namun bola berhasil dipotong Hilmi.

 

Bola kemudian bergulir dan kedua pemain berusaha mengejarnya. Ketika mendekati bola, Hilmi justru melompat dan menendang dada Firman secara brutal dalam perebutan bola.

Firman terjatuh kesakitan di lapangan dan langsung mendapatkan penanganan tim medis.

 

Manajer Perseta 1970 Tulungagung, Rudi Iswahyudi, menyesalkan peristiwa kekerasan terhadap pemainnya tersebut dan menilai tindakan Hilmi sudah di luar konteks permainan sepak bola.

 

Ia menyatakan pihak manajemen tengah mengkaji langkah hukum atas kejadian tersebut. “Saya sangat menyesalkan kejadian itu. Sudah di luar konteks permainan. Selain sanksi disiplin, kami juga mempertimbangkan untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum,” tegas Rudi.

 

Rudi juga menjelaskan kondisi Firman Nugraha hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Bangkalan. Berdasarkan informasi awal dari tim medis, Firman mengalami retak pada bagian dada.

 

“Kondisi pemain masih dalam perawatan dan kami terus berkomunikasi dengan tim medis. Ada indikasi retak di bagian dada. Detailnya masih menunggu konfirmasi resmi dari rumah sakit,” ujarnya.

 

Akibat insiden tersebut, manajemen PS Putra Jaya Pasuruan mengambil langkah tegas dengan memutus kontrak Muhammad Hilmi Gimnastiar karena dinilai mencederai nilai sportivitas.

Sementara itu, Rudi juga menyebut pihak PSSI Jawa Timur mengonfirmasi telah menerima laporan kejadian tersebut dan saat ini sedang memprosesnya sesuai regulasi melalui Komite Disiplin.

 

Rudi berharap kejadian ini menjadi momentum pembelajaran bagi sepak bola, khususnya di level liga amatir. Kekerasan di lapangan yang kerap dianggap sebagai bagian dari permainan harus segera dihentikan demi keselamatan pemain.

“Kalau tidak ada pembelajaran, kejadian seperti ini akan terus berulang. Keselamatan pemain harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya.

 

Aksi tendangan kungfu tersebut viral di media sosial dan menuai sorotan luas, sekaligus memicu diskusi tentang pentingnya fair play dan penegakan disiplin di kompetisi sepak bola nasional.

Editor : Sandy Sri Yuwana
#muhammad hilmi gimnastiar #firman nugraha #tendangan kungfu #Perseta 1970 Tulungagung