RADAR TULUNGAGUNG — Kantor Kecamatan Bandung, Tulungagung, terus memperkuat transformasi pelayanan publik berbasis digital.
Yakni melalui penerapan inovasi PENTOL (Pencatatan Tamu Online) dan SEDINO (Sistem Informasi Dispensasi Nikah Online).
Inovasi ini menjadi wujud kolaborasi antara pimpinan kecamatan dan jajaran Pranata Komputer Terampil (Prakom) dalam menjawab persoalan riil pelayanan masyarakat.
Pranata Komputer Terampil Kecamatan Bandung, Rio Henri Saputro, menjelaskan PENTOL mulai diterapkan sejak 2022–2023.
Hal ini sebagai respons atas sistem pencatatan manual yang dinilai tidak efektif, rawan kesalahan, dan menyulitkan proses evaluasi layanan.
Melalui sistem berbasis Google Form, data tamu dan pemohon layanan tercatat otomatis, tersimpan rapi, serta dapat dimanfaatkan untuk rekapitulasi dan pelaporan ke Bagian Organisasi.
“Pencatatan tamu online membantu efektivitas kerja karena tidak lagi membutuhkan input manual. Data bisa diakses secara real-time dan lebih akurat,” terang Rio.
Aplikasi PENTOL diterapkan untuk menggantikan sistem buku tamu manual di Kantor Kecamatan Bandung, Tulungagung.
Melalui Google Form, tamu cukup mengisi data identitas dan keperluan kunjungan secara digital.
Data tersebut tersimpan otomatis di Google Sheets dan dapat diakses secara real-time oleh petugas, sehingga lebih akurat, tertib, dan ramah lingkungan.
"Kedua inovasi ini memanfaatkan teknologi sederhana yang mudah dioperasikan dan tidak membutuhkan anggaran besar Prakom Kecamatan Bandung," terangnya.
Senada Camat Bandung, Chanief Djatmika Nugroho, menegaskan bahwa transformasi layanan publik harus menjawab persoalan nyata yang selama ini dihadapi masyarakat.
Mulai dari birokrasi berbelit, waktu pelayanan yang panjang, hingga biaya transportasi akibat keharusan datang berulang kali ke kantor kecamatan.
“Pelayanan publik harus adaptif. Kalau bisa diselesaikan secara digital, masyarakat tidak perlu mengorbankan waktu dan biaya hanya untuk urusan administrasi,” tegasnya.
Menurut Chanief, penerapan PENTOL tidak hanya bertujuan menata administrasi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam membaca kebutuhan layanan masyarakat.
“Data yang tercatat rapi akan membantu kami melakukan evaluasi dan menjadi dasar pengambilan kebijakan,” jelasnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana