RADAR TULUNGAGUNG – Kantor Kecamatan Bandung, Tulungagung terus memperkuat transformasi layanan publik berbasis digital.
Selain inovasi PENTOL, kecamatan di wilayah barat Tulungagung ini juga mengembangkan SEDINO (Sistem Dispensasi Nikah Online), layanan dispensasi nikah berbasis digital yang memudahkan masyarakat tanpa harus datang ke kantor kecamatan.
Pranata Komputer (Prakom) Kecamatan Bandung menjelaskan, melalui SEDINO, pemohon cukup mengurus seluruh persyaratan di desa masing-masing dengan pendampingan Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra) atau modin.
Selanjutnya, berkas dikirim secara daring ke kecamatan untuk diverifikasi dan ditandatangani menggunakan Tanda Tangan Elektronik (TTE) oleh camat.
“Melalui SEDINO, pelayanan dispensasi nikah dapat dituntaskan hingga tingkat desa. Kecamatan memastikan prosesnya berjalan cepat, sah, dan akuntabel,” ujar Camat Bandung, Chanief Djatmika Nugroho.
Dengan sistem tersebut, pemohon tidak lagi diwajibkan datang ke kantor kecamatan. Surat dispensasi nikah yang telah ditandatangani secara elektronik dapat langsung dicetak di desa dan tetap sah secara hukum.
Baca Juga: Viral Tepuk Sakinah di TikTok, Tradisi Baru di Akad Nikah yang Bikin Gen Z Tambah Bimbang Menikah
Saat ini, SEDINO masih dalam tahap uji coba dengan akses sistem yang diberikan kepada Kaur Kesra desa.
Meski demikian, layanan ini sudah dimanfaatkan oleh sejumlah pemohon dari beberapa desa di Kecamatan Bandung. Ke depan, pihak kecamatan membuka peluang perluasan akses seiring meningkatnya literasi digital masyarakat.
Chanief berharap inovasi digital yang dikembangkan tidak berhenti sebagai program internal semata, tetapi tumbuh menjadi budaya kerja baru di lingkungan pemerintahan.
“Harapan kami, aparatur semakin terbiasa bekerja berbasis data dan teknologi, sementara masyarakat semakin percaya bahwa pelayanan pemerintah itu mudah, transparan, dan bisa diakses,” katanya.
Dampak positif inovasi ini tercermin dari capaian Survei Pelayanan Masyarakat (SPM) Kecamatan Bandung yang mencapai angka 99.
Menurut Chanief, capaian tersebut bukan tujuan akhir, melainkan pemacu untuk terus meningkatkan kualitas layanan.
“SPM adalah rapor kami. Nilai tinggi harus diiringi tanggung jawab untuk terus berbenah,” tandasnya.
Ke depan, Camat Bandung berharap inovasi PENTOL dan SEDINO dapat direplikasi untuk layanan administrasi lainnya, sekaligus menjadi inspirasi bagi kecamatan dan desa lain di Tulungagung.
Baca Juga: Visi Nikah Bukan Sekadar Bersama, Tapi Melangkah dengan Tujuan
“Prinsipnya sederhana, murah, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Kami terbuka jika inovasi ini ingin diadopsi,” pungkasnya.
Melalui sinergi kepemimpinan dan peran strategis Prakom, Kecamatan Bandung Tulungagung menegaskan diri sebagai salah satu penggerak transformasi pelayanan publik digital yang humanis, adaptif, dan berkelanjutan. ****
Editor : Dharaka R. Perdana