TULUNGAGUNG – Kebakaran Tulungagung terjadi hampir bersamaan pada Sabtu siang dan menggegerkan warga di dua kecamatan berbeda. Dua peristiwa kebakaran tersebut masing-masing melanda sebuah pabrik makanan ringan dan rumah milik seorang lansia. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materiil cukup besar dan menyebabkan pemilik rumah mengalami syok hingga harus mendapat perawatan medis.
Peristiwa kebakaran pertama terjadi di sebuah pabrik produksi makanan ringan jenis kacang yang berlokasi di Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Sabtu pagi. Api diduga berasal dari tumpahan minyak goreng di sekitar tungku penggorengan yang kemudian tersulut api dan dengan cepat membesar.
Menurut keterangan petugas, aktivitas produksi saat itu tengah berlangsung normal. Namun percikan api dari tungku diduga mengenai minyak yang tumpah, sehingga memicu kebakaran di area dapur produksi pabrik.
Pabrik Kacang di Kedungwaru Terbakar
Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tulungagung yang menerima laporan langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Petugas mengerahkan satu armada mobil pemadam kebakaran, satu unit tangki suplai air, serta satu kendaraan evakuasi untuk mengantisipasi kondisi terburuk.
“Api berhasil kami padamkan sebelum merambat ke seluruh bangunan pabrik. Dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari tumpahan minyak di area tungku penggorengan,” ujar petugas pemadam kebakaran di lokasi.
Berkat respons cepat petugas, kobaran api berhasil dikendalikan dalam waktu relatif singkat. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun sebagian area produksi mengalami kerusakan akibat jilatan api dan asap pekat.
Rumah Lansia di Pakel Ludes Dilalap Api
Tak berselang lama, kebakaran Tulungagung kembali terjadi di Desa Ngebong, Kecamatan Pakel. Sebuah rumah milik seorang lansia berusia 71 tahun dilaporkan terbakar pada Sabtu pagi. Api diduga berasal dari kompor gas yang masih menyala saat pemilik rumah meninggalkan dapur.
Menurut keterangan petugas, api pertama kali muncul dari bagian dapur yang berdinding anyaman bambu. Material bambu yang mudah terbakar membuat api dengan cepat merembet ke bagian teras dan sebagian bangunan utama rumah.
“Penyebab sementara, pemilik rumah atas nama Buingah memasak air lalu lupa mematikan kompor karena ditinggal ke tetangga,” ungkap salah satu petugas pemadam kebakaran.
Mendapat laporan tersebut, petugas pemadam kebakaran segera menerjunkan satu unit mobil pemadam dan satu unit kendaraan penyuplai air ke lokasi. Api berhasil dipadamkan sebelum menghanguskan seluruh bangunan rumah.
Pemilik Rumah Syok, Dilarikan ke Fasilitas Kesehatan
Meski tidak ada korban jiwa, pemilik rumah dilaporkan mengalami syok berat akibat kejadian tersebut. Lansia tersebut langsung dievakuasi dan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Bagian rumah yang terbakar meliputi dapur, teras, serta sebagian ruang hunian. Kerugian materiil ditaksir cukup besar, mengingat sebagian perabot rumah tangga ikut hangus terbakar.
Imbauan Petugas Usai Kebakaran Tulungagung
Serangkaian kebakaran Tulungagung yang terjadi dalam waktu berdekatan ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang bersumber dari aktivitas memasak dan proses produksi.
Petugas pemadam kebakaran mengimbau warga untuk selalu memastikan kompor gas dalam kondisi mati saat meninggalkan dapur, serta menjaga area memasak dari bahan-bahan mudah terbakar seperti minyak dan kayu.
“Kami mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati, baik di rumah maupun di tempat usaha. Kebakaran seringkali terjadi karena kelalaian kecil yang berdampak besar,” ujar petugas.
Selain itu, pemilik usaha juga diimbau untuk menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) dan memastikan standar keselamatan kerja diterapkan dengan baik guna mencegah kejadian serupa terulang.
Dinas Pemadam Kebakaran Tulungagung menegaskan kesiapsiagaan personel akan terus ditingkatkan untuk merespons cepat setiap laporan kebakaran, demi meminimalkan risiko korban dan kerugian.
Editor : Natasha Eka Safrina