RADAR TULUNGAGUNG – Bencana angin kencang telah melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tulungagung sejak awal 2026.
Akibatnya, puluhan rumah warga mengalami kerusakan ringan, terutama pada bagian atap.
Kejadian angin kencang pertama terjadi pada Sabtu, 3 Januari 2026, sekitar pukul 15.00.
Bencana angin kencang mengakibatkan 68 rumah warga rusak ringan serta satu bangunan milik BUMDes roboh.
Kerusakan tersebut tersebar di lima desa yakni, Desa Waung, Kecamatan Boyolangu dengan 51 rumah rusak ringan, kemudian di Desa Purworejo, Kecamatan Ngunut, dengan 3 atap rumah rusak.
Selanjutnya, di Desa Rejosari, Kecamatan Gondang, ada 8 rumah; Desa Trenceng, Kecamatan Sumbergempol, ada 6 rumah; dan di Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, 1 bangunan terbuka milik BUMDes roboh.
Kerugian material didominasi kerusakan asbes dan genting rumah warga.
Selain mengakibatkan rumah warga rusak, angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang di beberapa lokasi, di antaranya di depan Stasiun Rejotangan, Desa Purworejo, Kecamatan Ngunut, dan Desa Waung, Kecamatan Boyolangu.
Koordinator Pusdalops Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Tulungagung, Muhamad Noval Hamami mengatakan, bencana serupa kembali terjadi pada Senin (12/1) sekitar pukul 14.30 dengan wilayah terdampak terpusat di Kecamatan Rejotangan.
"Angin kencang masih terus mengintai di awal 2026 ini," jelasnya.
Menurut dia, pada kejadian kedua ini tercatat 42 rumah warga rusak ringan.
Rinciannya, 23 rumah rusak di Desa Panjerejo, kemudian 15 rumah di Desa Karangsari. Lalu, di Desa Tugu, 4 rumah terdampak.
Kerusakan kembali didominasi oleh atap rumah berbahan asbes dan genting.
"Penanganan darurat seperti evakuasi dan pembersihan pohon tumbang juga selalu dilakukan," tambahnya.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati karena kondisi cuaca di awal tahun 2026 hingga Senin (13/1) masih berpotensi terjadi bencana yang disebabkan oleh cuaca ekstrem.
“Cuaca masih berpotensi hujan deras dengan angin kencang. Masyarakat diimbau tetap waspada, terutama yang tinggal di wilayah rawan,” pungkas Noval. (sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri