Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Asal Usul Desa Boyolangu Tulungagung: Jejak Candi Gayatri, Kisah Dadap Tulak–Dadap Langu, hingga Warisan Majapahit yang Penuh Misteri

Muhammad Rusdian Nuzula • Jumat, 16 Januari 2026 | 20:40 WIB

Asal usul Desa Boyolangu Tulungagung mengungkap jejak Candi Gayatri, kisah Dadap Tulak–Dadap Langu, dan warisan Majapahit.
Asal usul Desa Boyolangu Tulungagung mengungkap jejak Candi Gayatri, kisah Dadap Tulak–Dadap Langu, dan warisan Majapahit.

RADAR TULUNGAGUNG - Asal usul Desa Boyolangu Tulungagung menyimpan lapisan sejarah panjang yang tidak hanya berkaitan dengan peninggalan Kerajaan Majapahit, tetapi juga dibalut kisah rakyat, tokoh legendaris, hingga cerita mistis yang hidup di tengah masyarakat.

Desa yang terletak di selatan Kabupaten Tulungagung ini dikenal sebagai wilayah dengan jejak peradaban kuno yang masih terjaga hingga kini.

Asal usul Desa Boyolangu Tulungagung kerap dikaitkan dengan keberadaan Candi Gayatri, sebuah candi peninggalan Majapahit yang ditemukan pada tahun 1914.

Candi ini menjadi bukti penting bahwa wilayah Boyolangu memiliki posisi strategis dalam sejarah Nusantara, khususnya pada masa kejayaan Majapahit. Tak heran jika desa ini disebut sebagai salah satu kawasan bersejarah di Tulungagung.

Candi Gayatri atau yang juga dikenal sebagai Candi Boyolangu merupakan tempat pendharmaan Gayatri Rajapatni, putri Raja Kertanegara dari Singhasari sekaligus permaisuri Raja Majapahit pertama.

Baca Juga: Sejarah Taman Ujung Karangasem Bali: Jejak Istana Air Raja hingga Jadi Destinasi Wisata Favorit Wisatawan

Dalam catatan sejarah, Gayatri dikenal sebagai tokoh perempuan berpengaruh yang memiliki peran besar dalam membentuk arah politik dan spiritual Majapahit.

Candi Gayatri dan Hubungannya dengan Candi Sanggrahan

Menurut penuturan juru pelihara setempat, sebelum didharmakan di Candi Gayatri, jenazah Gayatri sempat disinggahkan di Candi Sanggrahan yang masih berada dalam satu wilayah Kecamatan Boyolangu.

Kedua candi ini memiliki keterkaitan erat, terutama dalam ritual tahunan Upacara Serada, sebuah prosesi sakral penaburan bunga yang dahulu dihadiri keluarga kerajaan Majapahit dan tamu-tamu penting.

Upacara Serada menjadi simbol penghormatan atas perjuangan Gayatri dalam menyatukan wilayah Nusantara. Rangkaian ritual dimulai dari Candi Sanggrahan, dilanjutkan menuju Candi Gayatri sebagai puncak prosesi.

Jejak ritual ini memperkuat posisi Boyolangu sebagai kawasan spiritual penting pada masa Majapahit.

Baca Juga: Joao Tavares Masuk Radar Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares Tegaskan Nasib Dejan Tumbas dan Ancaman Coret Pemain Asing

Cerita Mistis yang Masih Hidup di Masyarakat

Selain nilai sejarah, Candi Gayatri juga dikenal memiliki kisah mistis yang berkembang turun-temurun.

Warga sekitar mengaku kerap mendengar suara angin kencang, bunyi seperti benda jatuh, hingga gangguan yang disebut “gimbang” saat seseorang melakukan ritual atau semedi di area candi. Bahkan, terdapat cerita tentang penampakan harimau besar dan kuda belang yang dipercaya sebagai simbol kesenangan Gayatri Rajapatni.

Meski demikian, sebagian warga menilai kisah mistis tersebut hanyalah cerita rakyat yang berkembang sebagai bagian dari kearifan lokal, tanpa mengurangi nilai sejarah yang dimiliki kawasan tersebut.

Dadap Tulak, Dadap Langu, dan Asal Nama Boyolangu

Asal usul Desa Boyolangu Tulungagung juga tidak bisa dilepaskan dari legenda Dadap Tulak dan Dadap Langu, dua tokoh yang diyakini sebagai anak Mbok Rondo Dadapan.

Berdasarkan cerita para sesepuh desa, keduanya terlibat konflik perebutan pusaka dengan tokoh legendaris Tulungagung, Kasan Besari, pada masa peralihan Majapahit menuju Demak.

Baca Juga: Transfer BRI Super League Putaran Kedua Panas Membara: David Da Silva Naturalisasi, Hulk Dikaitkan ke Persib hingga Persebaya Incar Striker Brasil

Konflik tersebut berujung pada tewasnya Dadap Tulak dan Dadap Langu. Sebagai bentuk penghormatan sekaligus penanda sejarah, wilayah tempat peristiwa itu terjadi kemudian dikenal dengan nama Boyolangu.

Kata “boyo” diyakini berasal dari istilah “beboyo” yang berarti mara bahaya, sementara “langu” merujuk pada bau tidak sedap, dikaitkan dengan cerita buaya mati di rawa-rawa pada masa lalu.

Boyolangu sebagai Desa Budaya

Kini, Boyolangu dikenal memiliki kekayaan budaya dan sejarah yang luar biasa.

Keberadaan Candi Gayatri yang telah dikenal hingga tingkat internasional dinilai menjadi modal besar untuk menjadikan Boyolangu sebagai desa budaya.

Masyarakat diharapkan tidak melupakan sopan santun, tata krama, serta warisan leluhur yang adiluhung.

Baca Juga: Transfer Persebaya Surabaya Putaran Kedua Menggila: Bruno Paraiba Resmi, Witan Sulaiman hingga Ramadhan Sananta Masuk Radar

Melalui pelestarian budaya dan sejarah, Boyolangu diyakini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus menjaga identitas lokal agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
#Sejarah Boyolangu #Candi Gayatri Tulungagung #Peninggalan Majapahit #Legenda Dadap Tulak Dadap Langu #Asal usul Desa Boyolangu