Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tulungagung: Sejarah dan Kekuatan di Balik Julukan Kota Marmer

Dara Shauqy Hadiwijaya • Jumat, 16 Januari 2026 | 19:10 WIB

Hamparan industri marmer di Tulungagung, ikon Kota Marmer Jawa Timur.
Hamparan industri marmer di Tulungagung, ikon Kota Marmer Jawa Timur.

TULUNGAGUNG - Tulungagung telah lama dikenal sebagai Kota Marmer, sebuah julukan yang lahir dari kekayaan alam, jejak sejarah kolonial, serta berkembangnya industri pengolahan marmer rakyat yang kini menembus pasar internasional. Reputasi ini tidak datang tiba-tiba, melainkan terbentuk melalui perjalanan panjang lebih dari satu abad.

 

Jejak Sejarah Marmer sejak Era Kolonial

Eksplorasi Awal di Campurdarat

Penambangan marmer pertama kali tercatat pada era kolonial Belanda sekitar 1920-an, terutama di kawasan perbukitan selatan Tulungagung seperti Campurdarat. Saat itu, marmer dieksploitasi untuk kebutuhan bangunan kolonial dan ornamen arsitektur.

Dari Batu Nisan ke Industri Kreatif

Pada awalnya, marmer lokal lebih banyak digunakan untuk batu nisan dan material bangunan. Namun, masyarakat setempat kemudian mengembangkan keterampilan mengolahnya menjadi kerajinan marmer bernilai seni tinggi, mulai dari patung, guci, hingga elemen dekoratif rumah.

 

Sentra Produksi Marmer Tulungagung

Besole, Besuki, dan Campurdarat sebagai Pusat Industri

Desa Besole (Kecamatan Besuki) dan wilayah Campurdarat berkembang menjadi sentra utama industri marmer. Keahlian mengukir dan memoles batu diwariskan turun-temurun, membentuk ekosistem pengrajin yang kuat dan berdaya saing.

Kualitas yang Diakui

Marmer Tulungagung dikenal memiliki tekstur halus, warna natural yang elegan, serta detail pengerjaan tinggi. Produk yang dihasilkan beragam, mulai dari lantai marmer, wastafel, patung, relief, guci, hingga pernak-pernik artistik.

 

Baca Juga: Benarkah Rekrutmen Guru PPPK Dihentikan Mulai 2026? Ini Fakta Resmi di Balik Rumor yang Bikin Honorer Resah

 

Kekayaan Alam sebagai Modal Utama

Deposit Batu Gamping Melimpah

Pegunungan selatan Tulungagung kaya akan batu gamping—bahan dasar pembentukan marmer berkualitas. Kondisi geologis inilah yang menjadikan wilayah ini unggul dibanding daerah lain.

Industri Rakyat yang Menggerakkan Ekonomi

Industri marmer bukan hanya sektor tambang, tetapi juga menggerakkan ekonomi kreatif lokal: dari penambang, pengrajin, pemoles, hingga eksportir.

 

Marmer Tulungagung di Pasar Dunia

Orientasi Ekspor

Kualitas marmer Tulungagung membuatnya diminati di berbagai negara. Produk lokal telah menembus pasar internasional, memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemasok marmer unggulan.

Identitas Daerah yang Mendunia

Kombinasi antara sumber daya alam, keahlian pengrajin, dan jaringan perdagangan membuat julukan Tulungagung Kota Marmer bukan sekadar label, melainkan identitas ekonomi-budaya yang nyata.

Editor : Dara Shauqy Hadiwijaya
#Marmer #batu alam #tulungagung #sejarah tulungagung #sejarah #kota marmer