Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Legenda Joko Baru: Dari Rawa Ngrowo ke Lahirnya Tulungagung

Dara Shauqy Hadiwijaya • Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:00 WIB

Jejak kisah Joko Baru dalam legenda asal-usul Tulungagung
Jejak kisah Joko Baru dalam legenda asal-usul Tulungagung

TULUNGAGUNG - Di balik hiruk pikuk Tulungagung hari ini, tersimpan kisah lama yang terus hidup dalam ingatan masyarakat: Legenda Joko Baru. Cerita ini bukan sekadar dongeng turun-temurun, melainkan cermin hubungan manusia dengan alam, kekuasaan, dan takdir yang membentuk wajah Tulungagung seperti sekarang.

Ngrowo: Wilayah Air yang Membentuk Sejarah

Berabad-abad lalu, tanah yang kini ramai dengan pasar, sekolah, dan perkampungan modern bukanlah daratan kokoh. Wilayah ini dikenal sebagai Ngrowo, sebuah bentang alam luas yang didominasi rawa dan genangan air. Nama Ngrowo sendiri berasal dari kata “rawa”, menandakan bahwa kehidupan kala itu sangat bergantung pada air sekaligus terhambat olehnya.

Bagi masyarakat awal, Ngrowo adalah tanah yang sulit dijinakkan. Tanaman sukar tumbuh stabil, permukiman rawan banjir, dan jalur transportasi terbatas. Namun, di balik tantangan tersebut, rawa juga menyimpan kekayaan alam berupa ikan, tumbuhan air, dan ekosistem yang unik.

Sayembara Adipati Betak: Ujian bagi Para Pendatang

Di tengah kegelisahan rakyat, Adipati Betak, penguasa wilayah kala itu, merasa bertanggung jawab mencari solusi. Ia mengumumkan sebuah sayembara besar: siapa pun yang mampu mengeringkan rawa Ngrowo akan diangkat menjadi patih, posisi terhormat sekaligus strategis dalam pemerintahan kadipaten.

Sayembara ini menarik banyak tokoh dari berbagai daerah. Ada yang mencoba dengan cara teknis, spiritual, hingga gabungan keduanya. Namun, medan Ngrowo terbukti terlalu kuat. Satu per satu peserta menyerah, meninggalkan harapan Adipati Betak yang semakin menipis.

 

Baca Juga: Sejarah Tulungagung: Asal-Usul Nama, Hari Jadi, hingga Warisan Budaya Lokal

 

Datangnya Joko Baru dari Lereng Gunung Wilis

Di saat kebuntuan memuncak, muncullah seorang pemuda gagah bernama Joko Baru dari lereng Gunung Wilis. Berbeda dari peserta lain, ia datang dengan sikap tenang, rendah hati, dan keyakinan yang kokoh.

Dalam versi legenda, keberhasilan Joko Baru bukan semata-mata hasil kerja fisik, melainkan juga berkaitan dengan laku spiritual dan restu alam. Ia disebut mampu “berdialog” dengan kekuatan gaib penjaga rawa, mencari jalan tengah antara kebutuhan manusia dan keseimbangan alam.

Ajaibnya, perlahan-lahan air surut. Tanah yang semula basah mulai mengering, membuka ruang bagi permukiman, sawah, dan jalur kehidupan baru. Ngrowo pun bertransformasi dari wilayah terisolasi menjadi kawasan yang lebih ramah bagi manusia.

Adipati Betak menepati janjinya. Joko Baru diangkat sebagai patih, bukan hanya karena keberhasilannya, tetapi juga karena kebijaksanaannya dalam memahami alam.

Dari Legenda ke Fakta: Lahirnya Nama Tulungagung

Meski kisah Joko Baru sangat kuat dalam tradisi lisan, perubahan nama Ngrowo menjadi Tulungagung memiliki dasar historis tersendiri. Secara administratif, nama Tulungagung mulai resmi digunakan sekitar tahun 1901 pada masa pemerintahan Bupati Raden Tumenggung Patowidjoyo.

Secara etimologis, “Tulungagung” bermakna “sumber air yang besar dan agung.” Ini menarik, karena meski legenda berbicara tentang pengeringan rawa, kenyataannya Tulungagung justru dikenal kaya sumber mata air.

Banyak mata air besar ditemukan di wilayah ini, terutama di sekitar kawasan yang kini menjadi Alun-Alun Tulungagung. Hal ini menunjukkan bahwa identitas Tulungagung selalu berkelindan dengan air — dari rawa Ngrowo hingga kota dengan sumber air melimpah.

 

Baca Juga: Tulungagung: Sejarah dan Kekuatan di Balik Julukan Kota Marmer

 

Makna Budaya di Balik Kisah Joko Baru

Legenda Joko Baru bukan sekadar cerita asal-usul, tetapi narasi tentang keberanian, kebijaksanaan, dan harmoni manusia dengan alam. Joko Baru tidak digambarkan sebagai penakluk alam, melainkan penyeimbang yang memahami batas antara kebutuhan manusia dan kekuatan lingkungan.

Bagi masyarakat Tulungagung, kisah ini mengajarkan bahwa pembangunan bukan berarti merusak alam, tetapi mengelolanya dengan arif. Semangat ini masih relevan hingga kini, terutama dalam isu lingkungan dan tata ruang wilayah.

Warisan yang Hidup hingga Kini

Meski tidak ada bukti arkeologis langsung tentang sosok Joko Baru, jejak legenda ini tetap terasa dalam budaya lokal, cerita keluarga, hingga identitas kebanggaan warga Tulungagung. Ngrowo mungkin telah berubah, tetapi spirit perjuangannya tetap hidup.

Legenda Joko Baru menjadi pengingat bahwa Tulungagung lahir dari tantangan alam, kerja keras manusia, dan kepercayaan akan keseimbangan antara dunia nyata dan spiritual.

Editor : Dara Shauqy Hadiwijaya
#ngrowo #tulungagung #sejarah tulungagung #legenda