RADAR TULUNGAGUNG– Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tulungagung dari sektor pariwisata sepanjang 2025 belum mampu memenuhi target yang ditetapkan.
Hingga akhir tahun, realisasi PAD pariwisata Tulungagung masih tertahan di bawah 60 persen, dengan kontribusi terbesar tetap bertumpu pada destinasi pantai di jalur lintas selatan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tulungagung, M. Ardian Candra, mengungkapkan bahwa realisasi PAD dari pengelolaan aset pariwisata milik daerah baru mencapai sekitar 58 persen dari target Rp 290 juta.
Sementara PAD yang bersumber dari perjanjian kerja sama dengan pihak ketiga bahkan lebih rendah, yakni rata-rata baru menyentuh 39 persen dari target Rp 1,2 miliar.
“Realisasi PAD pariwisata 2025 memang belum sesuai harapan. Penyumbang terbesar masih berasal dari sektor tempat rekreasi dan olahraga, khususnya pantai-pantai di jalur selatan,” ujar Ardian.
Ia menjelaskan, Pantai Gemah yang ditargetkan menyumbang PAD sebesar Rp 800 juta, hingga akhir 2025 baru terealisasi sekitar Rp 278 juta atau setara 30 persen.
Baca Juga: Liburan Akhir Tahun ke Pantai Gemah Tulungagung, Destinasi Favorit Liburan Keluarga
Sementara Pantai Sine yang ditargetkan Rp 150 juta, realisasinya mencapai sekitar Rp 87 juta saja.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ketergantungan PAD pariwisata Tulungagung pada pantai selatan masih tinggi, namun belum mampu mendorong pencapaian target secara optimal.
Ardian menyebut, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi rendahnya capaian PAD, mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana, akses menuju lokasi wisata, hingga semakin ketatnya persaingan dengan destinasi wisata lain.
Baca Juga: Baloga Batu (Jatim Park 4): Taman Bunga & Wisata Edukasi Keluarga Terbaru 2026
“Pilihan wisata sekarang semakin banyak. Wisatawan menjadi lebih selektif. Pelayanan dan fasilitas di destinasi sangat berpengaruh terhadap jumlah kunjungan,” jelasnya.
Selain persoalan fasilitas, Ardian juga mengakui bahwa keterbatasan pendanaan menjadi kendala utama pengembangan sektor pariwisata.
Perbaikan maupun pembukaan akses jalan menuju destinasi wisata membutuhkan anggaran besar.
Sementara pemenuhan fasilitas di lokasi wisata masih mengandalkan pemasukan masing-masing destinasi.
Meski target PAD 2025 tidak tercapai, Disbudpar mencatat adanya tren peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Pantai Bajulmati Malang 2026: Lokasi, Tiket, Konservasi Penyu & Aktivitas Wisata
Ardian menyebut, capaian PAD pariwisata tahun ini naik sekitar 20 persen dibanding target tahun lalu.
Namun, peningkatan tersebut dinilai belum cukup untuk menutup kesenjangan terhadap target 2025.
Memasuki 2026, Disbudpar mematok target PAD yang lebih ambisius, yakni meningkat hingga 50 persen dari capaian 2025.
Sejumlah strategi disiapkan, mulai dari memperluas kerja sama dengan pihak ketiga, menggandeng pelaku wisata dan travel, hingga menjalin kolaborasi lintas wilayah, terutama dengan daerah sekitar yang tidak memiliki akses wisata laut.
“Kami juga terus mencari potensi destinasi wisata baru. Promosi digital melalui media sosial dan kerja sama dengan influencer wisata juga terus kami dorong,” paparnya.
Disbudpar berharap, penguatan kerja sama dan peningkatan kualitas layanan dapat menjadi kunci agar kegagalan pencapaian target PAD pariwisata 2025 tidak kembali terulang pada tahun-tahun mendatang. ****
Editor : Dharaka R. Perdana