TULUNGAGUNG - Desa Kalangbret di Tulungagung menyimpan kisah panjang yang memadukan cerita rakyat dengan fakta sejarah tertulis. Selama ini asal-usul namanya kerap dikaitkan dengan legenda tragis Adipati Kalang, namun sejumlah sumber klasik menunjukkan bahwa wilayah ini sudah ada jauh sebelum kisah tersebut beredar.
Legenda Cinta Segitiga di Masa Majapahit
Dalam tradisi lisan masyarakat, nama Kalangbret sering dijelaskan melalui kisah cinta segitiga pada masa Majapahit. Diceritakan bahwa Adipati Kalang jatuh cinta kepada Roro Kembangsore, putri Adipati Bedalem. Namun sang putri justru dinikahkan dengan Pangeran Lembu Peteng.
Rasa cemburu membuat Adipati Kalang membunuh Pangeran Lembu Peteng. Menurut cerita rakyat, Patih Gajah Mada kemudian menjatuhkan hukuman mati dengan cara menyayat tubuh Adipati Kalang atau disembret. Dari peristiwa inilah muncul istilah Kalangbret yang dipercaya berasal dari kata “kalang” dan “disembret”.
Meski kuat dalam ingatan kolektif, kisah ini lebih bersifat legenda yang memperkaya identitas budaya Desa Kalangbret, bukan penjelasan historis yang berdasar sumber tertulis.
Bukti Tertulis yang Lebih Tua dari Legenda
Sejarah Desa Kalangbret ternyata bisa ditelusuri jauh lebih awal melalui prasasti dan naskah klasik Nusantara.
Prasasti Mula Manurung 1255 M
Prasasti ini menyebut keberadaan bangunan suci (dharma) di Kalangbret sebagai tempat peristirahatan raja yang merupakan leluhur Nararya Sminingrat atau Prabu Jayawisnuwardhana. Hal ini menunjukkan bahwa Kalangbret sudah dikenal sejak era Kerajaan Singhasari.
Baca Juga: Menguak Sejarah Desa Kalangbret Tulungagung, Dari Ibukota Kuno hingga Polemik Adipati Kalang
Kakawin Nagarakretagama 1365 M
Dalam naskah ini muncul nama “Kalang Brat” sebagai salah satu wilayah penting pada masa Majapahit, menegaskan eksistensi politik dan administratif kawasan tersebut.
Perjanjian Giyanti 1755
Nama Kalangbret masih tercatat sebagai ibu kota Kadipaten Ngrowo, membuktikan perannya sebagai pusat pemerintahan strategis hingga periode awal kolonial.
Makna Sejarah Kalangbret bagi Tulungagung
Rangkaian bukti tersebut menunjukkan bahwa Desa Kalangbret bukan sekadar lokasi dalam cerita rakyat, melainkan pusat pemerintahan yang berkelanjutan dari masa klasik Hindu-Buddha hingga era kerajaan Jawa modern.
Legenda Adipati Kalang tetap penting sebagai warisan budaya lokal, tetapi fakta sejarah membuktikan bahwa asal-usul Kalangbret jauh lebih tua, kompleks, dan memiliki peran politik nyata dalam sejarah Jawa Timur.
Editor : Dara Shauqy Hadiwijaya