Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pasca Keracunan di SMKN 3 Boyolangu, Aktivitas SPPG Yayasan Mutiara Rawa Selatan Dihentikan Sementara

Sandy Sri Yuwana • Rabu, 21 Januari 2026 | 06:13 WIB
Suasana SPPG Yayasan Mutiara Rawa Selatan di Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu yang makanannya diduga menyebabkan gangguan pencernaan bagi ratusan siswa SMKN 3 Boyolangu
Suasana SPPG Yayasan Mutiara Rawa Selatan di Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu yang makanannya diduga menyebabkan gangguan pencernaan bagi ratusan siswa SMKN 3 Boyolangu

RADAR TULUNGAGUNG – Kasus dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 3 Boyolangu, Tulungagung, kini memasuki tahap investigasi lanjutan. Satgas MBG bersama dinkes dan instansi terkait telah melakukan pengecekan langsung ke SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Yayasan Mutiara Rawa Selatan, di Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu, yang menjadi penyedia makanan tersebut.

Sekretaris Satgas MBG Tulungagung, Sony Welly Ahmadi, menjelaskan bahwa laporan awal diterima dari Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Tulungagung, Sebrina Mahardika, terkait adanya keluhan sakit perut massal di SMKN 3 Boyolangu. “Kami mendapatkan laporan bahwa pada hari ini terjadi keluhan sakit perut di SMKN 3,” ujar Sony.

Tim gabungan yang terdiri dari Satgas MBG, dinkes, bappeda, dinas ketahanan pangan, dan instansi terkait langsung turun ke lapangan. Hasil sementara menunjukkan bahwa keluhan diduga berasal dari makanan MBG yang dikonsumsi sehari sebelumnya, tepatnya pada hari Senin (19/1) sekira pukul 09.00, dengan gejala diare yang baru muncul sekitar 12 jam kemudian. “Ternyata itu hasil dari kemasan makanan yang hari kemarin tanggal 19 pukul 09.00, dan siswa baru terasa perutnya sakit setelah 12 jam,” jelasnya.

Menu yang dikonsumsi sebelumnya terdiri dari ayam bakar kecap, selada, tomat, timun, kemangi, dan buah.

Satgas MBG saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari dinkes dan BPOM untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. “Untuk operasional SPPG, kita masih menunggu hasil pengambilan sampel,” kata Sony.

Sebagai langkah lanjutan, satgas juga berkoordinasi dengan Kasatgas MBG dan akan melaporkan perkembangan kasus ini kepada Bupati Tulungagung.

Puskesmas di wilayah sekitar rumah siswa juga telah diinstruksikan untuk siap menangani keluhan lanjutan

Sebagai langkah antisipasi, seluruh menu MBG yang diproduksi hari ini ditarik dan tidak dibagikan kepada siswa maupun tenaga pendidik. Pihak sekolah juga memulangkan siswa lebih awal agar dapat memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. “Hari ini makanannya ditarik semua. Pelajar dipulangkan sebagai langkah antisipasi,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator BGN Tulungagung, Sebrina Mahardika, mengungkapkan bahwa SPPG Yayasan Mutiara Rawa Selatan baru beroperasi hampir dua bulan dan belum mengantongi SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi). “SLHS belum ada, masih proses pengajuan,” jelas Sebrina.

Untuk sementara, operasional SPPG tersebut dihentikan hingga ada keputusan resmi dari pimpinan BGN berdasarkan hasil evaluasi dan pemeriksaan. “Sementara diberhentikan dulu. Untuk selanjutnya, kita menunggu keputusan dari pimpinan,” tegasnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Akui MBG Masih Punya Kekurangan, Evaluasi dan Pengawasan Terus Diperketat

Sebrina juga menambahkan bahwa saat ini BGN bersama dinkes masih melakukan observasi terkait penerapan SOP, proses memasak, dan standar kebersihan di SPPG tersebut. “Masih dalam proses observasi, apakah SOP sudah sesuai atau belum,” ujarnya.

Terkait nasib SPPG Yayasan Mutiara Rawa Selatan, pihak BGN menegaskan keputusan final masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan evaluasi menyeluruh. “Untuk berhenti atau lanjut, kita menunggu keputusan dari BGN,” pungkasnya.

Editor : Sandy Sri Yuwana
#tulungagung #keracunan mbg #MBG 2026 #smkn 3 boyolangu