RADAR TULUNGAGUNG – Jumlah kasus kebakaran di Tulungagung mengalami penurunan sepanjang Januari hingga Desember 2025.
Data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Tulungagung mencatat selama 2025 terjadi 64 kasus kebakaran, menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 101 kasus.
Penurunan tersebut tercatat 37 kasus atau sekitar 36,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian ini menunjukkan adanya tren positif dalam upaya pengendalian dan pencegahan kebakaran di wilayah Tulungagung.
Kasi operasional dan pemadaman Bambang Pidekso mengatakan penurunan kasus kebakaran salah satunya dipengaruhi oleh kondisi iklim global yang berbeda dibandingkan 2024.
Menurutnya, faktor cuaca memiliki peran penting terhadap tingkat kerawanan kebakaran.
“Pada 2024, kondisi iklim global cukup berpengaruh terhadap meningkatnya potensi kebakaran. Sementara pada 2025, situasi relatif lebih terkendali sehingga angka kejadian kebakaran menurun,” ujarnya.
Bambang mengimbuhkan, penyebab utama kebakaran di sejumlah wilayah Tulungagung pada tahun 2025 masih didominasi oleh korsleting arus listrik dan human error.
Dua faktor tersebut masih menjadi penyumbang terbesar terjadinya kebakaran, terutama di lingkungan permukiman.
Perlu di ketahui, korsleting arus listrik umumnya terjadi akibat instalasi listrik yang tidak sesuai standar, penggunaan kabel yang sudah usang, sambungan listrik tidak aman, serta beban listrik berlebihan.
Kondisi ini kerap luput dari perhatian masyarakat, padahal berpotensi menimbulkan percikan api yang memicu kebakaran.
Sementara itu, human error atau kelalaian manusia biasanya berkaitan dengan penggunaan peralatan listrik dan api secara tidak hati-hati.
Beberapa contoh di antaranya adalah lupa mematikan kompor, penggunaan alat elektronik dalam waktu lama tanpa pengawasan, hingga pembakaran sampah yang tidak terkontrol.
Faktor kelalaian ini masih sering ditemukan dalam setiap kejadian kebakaran.
Bambang pun mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan masing-masing.
Dia menekankan pentingnya pencegahan sejak dini, salah satunya dengan memastikan instalasi listrik aman dan membiasakan perilaku tertib dalam penggunaan api.
“Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan kebakaran,” pungkasnya. (mg1/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri