Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dinkes Tulungagung Amankan Sampel Makanan MBG yang Picu Keracunan di SMK Sore, Benarkah Ada Gangguan Proses Distribusi?

Dharaka R. Perdana • Kamis, 22 Januari 2026 | 21:38 WIB

Sampel makanan pemicu dugaan keracunan menu MBG di SMK Sore Tulungagung diamankan. (DR PERDANA/RADAR TULUNGAGUNG)
Sampel makanan pemicu dugaan keracunan menu MBG di SMK Sore Tulungagung diamankan. (DR PERDANA/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung langsung mengambil langkah cepat menyikapi munculnya dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami sembilan siswa SMK Sore Tulungagung, Kamis (22/1).

Seluruh korban kini menjalani observasi intensif di Puskesmas Beji, Tulungagung dengan pengawasan tenaga medis.

Begitu menerima laporan sekitar pukul 13.00 WIB, Dinkes Tulungagung segera menerjunkan tim surveilans epidemiologi untuk melakukan penelusuran awal.

Baca Juga: Sembilan Siswa SMK Sore Tulungagung Diduga Keracunan Menu MBG, Jalani Perawatan di Puskesmas Beji

Langkah pertama yang dilakukan yakni mengamankan sampel makanan baik dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Moyoketen 1 maupun sisa menu yang dikonsumsi siswa di sekolah.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, dr Aris Setiawan, menjelaskan bahwa pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk memastikan ada tidaknya kontaminasi patogen maupun zat kimia berbahaya pada menu MBG, khususnya dori katsu yang berbahan dasar ikan.

Baca Juga: Update Dugaan Keracunan MBG di SMKN 3 Boyolangu, 75 Siswa Tidak Masuk Sekolah, Dinkes Lakukan Observasi

“Kami belum bisa menyimpulkan penyebabnya. Saat ini masih proses uji laboratorium,” tegasnya.

Namun demikian, dari hasil penelusuran awal, Dinkes menemukan kendala logistik dalam pendistribusian MBG pada hari kejadian.

Kapasitas dapur SPPG Moyoketen 1 dinilai tidak sebanding dengan jumlah sasaran. Dari total sekitar 2.900 siswa, kemampuan produksi dapur hanya berkisar 2.600-an porsi.

Baca Juga: Pasca Keracunan di SMKN 3 Boyolangu, Aktivitas SPPG Yayasan Mutiara Rawa Selatan Dihentikan Sementara

Kondisi tersebut menyebabkan pergeseran jadwal distribusi, dari semula pukul 09.00 WIB menjadi sekitar pukul 10.00 WIB.

Pergeseran ini memunculkan kekhawatiran terhadap holding time, yakni durasi penyimpanan makanan sebelum dikonsumsi siswa.

“Ini menjadi salah satu faktor risiko, terutama untuk menu berbahan ikan yang sensitif terhadap perubahan suhu dan waktu,” jelas Aris.

Selain itu, Dinkes juga tidak menutup kemungkinan adanya faktor eksternal. Sebab, akibat keterlambatan distribusi MBG, sejumlah siswa dilaporkan sempat mengonsumsi jajanan di luar sekolah sebelum makan menu MBG.

Sebagai langkah antisipasi lanjutan, Dinkes Tulungagung menetapkan status siaga di seluruh puskesmas selama 3×24 jam ke depan.

Baca Juga: ⁠Selidiki Penyebab Pasti Keracunan Menu MBG di SMKN 3 Boyolangu, Dinkes Tulungagung Ambil Sampel Makanan

Kebijakan ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya gejala susulan, mengingat beberapa bakteri atau toksin memiliki masa inkubasi tertentu.

Dari total 2.627 siswa SMK Sore Tulungagung penerima MBG, hingga kini baru sembilan siswa yang menunjukkan gejala klinis berupa mual, pusing, hingga diare. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#keracunan #tulungagung #MBG #smk sore #Makan Bergizi Gratis