Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Banyak SD Butuh Perbaikan, Disdik Tulungagung Prioritaskan Infrastruktur 2026

Sandy Sri Yuwana • Senin, 26 Januari 2026 | 11:50 WIB
Disdik Tulungagung prioritaskan infrastruktur pendidikan pada 2026.(Gemini AI)
Disdik Tulungagung prioritaskan infrastruktur pendidikan pada 2026.(Gemini AI)

RADAR TULUNGAGUNG  – Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung memfokuskan perbaikan dan rehabilitasi infrastruktur sekolah sebagai prioritas utama pembangunan sektor pendidikan pada tahun 2026.

Langkah ini diambil menyusul masih banyaknya sekolah dasar (SD) yang membutuhkan penanganan serius, terutama dari sisi kondisi bangunan.

Plt Kepala Disdik Tulungagung, Sukowinarno mengatakan, setidaknya terdapat lima prioritas utama yang akan dijalankan disdik sepanjang 2026.

Selain infrastruktur, prioritas lain meliputi bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu, peningkatan akses pendidikan, peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru, serta pengembangan kreativitas dan prestasi siswa.

“Prioritas pertama dan paling utama adalah infrastruktur sekolah. Baik perbaikan maupun rehabilitasi gedung sekolah, dengan sumber anggaran dari APBD maupun bantuan pemerintah pusat,” ujar Sukowinarno, kemarin.

Dia menjelaskan, kebutuhan perbaikan infrastruktur pendidikan paling banyak terjadi di jenjang SD.

Hal ini tak lepas dari jumlah lembaga SD yang jauh lebih banyak dibanding SMP, serta persebarannya yang hingga menjangkau wilayah pelosok Tulungagung.

“Kalau dilihat dari jumlah lembaga, SD memang paling banyak. Secara otomatis kebutuhan infrastrukturnya juga besar. Itu yang menjadi fokus utama kami pada 2026,” jelasnya.

Prioritas kedua Disdik Tulungagung adalah pemberian bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu.

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memastikan tidak ada anak usia sekolah yang terhambat mengakses pendidikan hanya karena faktor ekonomi.

“Bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu tetap menjadi prioritas. Ini juga selaras dengan kebijakan Bupati dan telah tertuang dalam dokumen perencanaan daerah,” katanya.

Selain itu, peningkatan aksesibilitas pendidikan menjadi prioritas ketiga.

Disdik berupaya memperluas kesempatan belajar sekaligus menekan angka anak tidak sekolah (ATS) di Tulungagung.

“Kami ingin memberi ruang seluas-luasnya bagi anak-anak yang belum atau tidak bersekolah agar bisa kembali mengakses pendidikan. Targetnya, angka ATS terus menurun,” ungkapnya.

Prioritas keempat menyasar peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru.

Disdik berkomitmen mendampingi guru dalam pengembangan karier, termasuk proses kenaikan pangkat dan jabatan fungsional, serta menjaga profesionalisme dan kesehatan tenaga pendidik.

“Guru adalah ujung tombak pendidikan. Jika ada kendala dalam karier atau jabatan fungsional, itu menjadi perhatian kami. Kualitas dan kesejahteraan guru harus terus ditingkatkan,” tegas Sukowinarno.

Sementara prioritas kelima diarahkan pada peningkatan kreativitas dan prestasi siswa.

Disdik ingin memberikan ruang yang lebih luas bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat dan minat, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

“Kurikulum Merdeka dan pendekatan pembelajaran yang lebih mendalam memberi kesempatan besar bagi siswa untuk mengembangkan potensinya. Kami ingin siswa lebih kreatif dan berprestasi,” jelasnya.

Sukowinarno menambahkan, tingkat partisipasi sekolah di Tulungagung sejauh ini tergolong baik, baik pada jenjang SD maupun SMP.

Tantangan ke depan adalah mendorong peserta didik agar lebih inovatif dan mampu mengoptimalkan potensi diri.

Dengan lima prioritas tersebut, Disdik Tulungagung berharap kualitas pendidikan di daerah dapat meningkat secara merata, berkelanjutan, serta berorientasi pada pembentukan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. (sri/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#sd #perbaikan infrastruktur #disdik tulungagung #apbd