RADAR TULUNGAGUNG – Pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pasar di Tulungagung menunjukkan tren positif.
Selama dua tahun terakhir, realisasi retribusi pasar tercatat konsisten melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah.
Pada tahun anggaran 2024, target PAD pasar Rp 4.460.815.820 berhasil terlampaui dengan realisasi mencapai Rp 4.836.745.446.
Capaian ini kembali terulang pada tahun 2025. Dari target Rp 4.772.986.000, realisasi retribusi pasar justru menembus angka Rp 5.383.237.104.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tulungagung, Fajar Widariyanto, mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari upaya optimalisasi pengelolaan pasar serta meningkatnya kesadaran pedagang dalam memenuhi kewajiban retribusi.
“Alhamdulillah, realisasi PAD pasar dalam dua tahun terakhir selalu melampaui target. Ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di pasar rakyat masih cukup stabil,” ujar Fajar, kemarin.
Dia menambahkan, untuk tahun anggaran 2026, Pemkab Tulungagung kembali menargetkan PAD pasar sebesar Rp 5.201.244.000.
Target tersebut disusun dengan mempertimbangkan potensi riil serta kondisi ekonomi masyarakat.
Dalam hal kontribusi, Pasar Ngemplak masih menjadi penyumbang retribusi terbesar dibanding pasar-pasar lainnya di Tulungagung.
Posisi berikutnya ditempati Pasar Bandung dan Pasar Ngunut.
“Pasar Ngemplak masih mendominasi karena jumlah pedagang dan aktivitas transaksinya cukup tinggi. Disusul Pasar Bandung dan Ngunut yang juga memberikan kontribusi signifikan,” jelasnya.
Fajar berharap capaian PAD pasar ke depan dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan.
Salah satunya melalui perbaikan sarana prasarana pasar serta penguatan sistem pengelolaan retribusi yang lebih tertib dan transparan.
“Target 2026, kami optimistis bisa tercapai, asalkan iklim usaha di pasar tetap kondusif dan pelayanan kepada pedagang terus kami tingkatkan,” pungkasnya. (*/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri