Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Reco Sewu Tulungagung Viral! Makam Pendiri Rokok Reco Pentung Dipenuhi Ribuan Arca, Ada “Paseban” hingga Pemujaan Ratu Kidul?

Natasha Eka Safrina • Kamis, 29 Januari 2026 | 09:55 WIB

Reco Sewu Tulungagung viral! Intip makam pendiri rokok Reco Pentung dengan ribuan arca, tangga 9 tingkat, hingga kisah Ratu Kidul.
Reco Sewu Tulungagung viral! Intip makam pendiri rokok Reco Pentung dengan ribuan arca, tangga 9 tingkat, hingga kisah Ratu Kidul.

JAKARTA - Reco Sewu Tulungagung kembali jadi perbincangan warganet setelah sebuah video perjalanan menampilkan lokasi makam unik di kawasan Pantai Popoh, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung. Tempat yang dikenal dengan sebutan Reco Sewu ini bukan sekadar kompleks pemakaman biasa, melainkan bangunan besar yang dipenuhi ribuan arca dan relief, lengkap dengan nuansa budaya Jawa yang kental.

Dalam video tersebut, sang kreator konten memperlihatkan suasana di sekitar gerbang masuk Reco Sewu Tulungagung. Begitu memasuki area, pengunjung langsung disambut deretan arca raksasa di sisi kanan dan kiri. Penjaga lokasi menyebut jumlah arca di tempat ini mencapai ribuan, bahkan konon mendekati 3.000 arca. Kompleks ini disebut sebagai bukti kejayaan masa lalu pemiliknya.

Yang dimakamkan di lokasi ini adalah Mbah Kusmiran Karsodiwiryo, sosok yang dikenal sebagai pendiri sekaligus pemilik perusahaan rokok Reco Pentung (Rejo Pentung). Menurut penuturan dalam video, perusahaan rokok tersebut pernah berjaya dan merajai pasar rokok di Jawa Timur pada masanya.

Baca Juga: SkTP Tahap 2 Terbit 26 Januari 2026, Tpg Guru Mulai Cair Dan Ini Jadwal Penting Yang Wajib Dipahami

Sejarah Reco Sewu: Dibangun Sejak 1990, Jadi Ikon Budaya di Pantai Popoh

Penjaga lokasi menjelaskan, pembangunan kompleks Reco Sewu Tulungagung dimulai pada 1990, ditandai dengan peletakan batu pertama. Prosesnya berlangsung bertahap hingga sekitar awal 1990-an, kemudian berlanjut hingga dilakukan peresmian pada pertengahan dekade tersebut.

Pembangunan tempat ini juga dikaitkan dengan tradisi Jawa. Saat peresmian, disebutkan ada rangkaian acara adat yang melibatkan banyak pihak. Bahkan, dalam cerita yang disampaikan, acara tersebut sempat menghadirkan pertunjukan kesenian tradisional seperti kuda lumping, serta digelar berhari-hari.

Kompleks ini bukan hanya dibangun sebagai makam pribadi, tetapi juga berkembang menjadi kawasan yang terbuka untuk masyarakat. Ada area yang disebut sebagai tempat pertemuan keluarga atau “paseban”, serta beberapa titik yang kerap dikunjungi warga untuk kegiatan doa maupun ritual.

Baca Juga: Tpg Guru Januari 2026 Mulai Cair, Ini Daftar Daerah Yang Sudah Menerima Dan Alur Penyalurannya

Makam Pendiri Rokok Reco Pentung: Ada Dua Nisan, Suami Istri Dimakamkan Berdampingan

Di bagian dalam, terlihat makam Mbah Kusmiran Karsodiwiryo dan istrinya. Penjaga menyebut Mbah Kusmiran wafat pada 21 Februari 1997, sementara sang istri meninggal pada 15 Juni 2013.

Makam keduanya berada di area yang lebih tinggi, di balik salah satu arca terbesar yang menjadi penanda utama kompleks tersebut. Pengunjung yang datang umumnya berdoa dan mendoakan almarhum, terutama dari kalangan keluarga.

Dalam suasana yang relatif tenang, penjaga juga mengingatkan pengunjung untuk menjaga keteduhan lokasi. Terdapat papan peringatan yang meminta pengunjung untuk bersikap tenang demi menjaga suasana tetap nyaman.

Ribuan Arca, Tangga 9 Tingkat, dan Simbol Wali Songo

Salah satu detail yang paling menarik perhatian dari Reco Sewu Tulungagung adalah simbol angka 9 yang berulang. Penjaga menyebut tangga menuju makam terdiri dari 9 tingkat. Bahkan, beberapa bagian relief arca disebut memiliki ukuran terkecil sekitar 9 cm.

Angka tersebut disebut memiliki makna khusus, salah satunya menggambarkan Wali Songo. Selain itu, ada juga narasi tentang perhitungan atau hitungan Jawa yang dikaitkan dengan lambang-lambang tertentu di area kompleks.

Tak hanya itu, di beberapa sudut bangunan juga terlihat ornamen naga. Kreator konten dalam video menyebut terdapat empat naga di tiap sudut, menambah kesan megah sekaligus mistis pada lokasi wisata budaya tersebut.

Baca Juga: Industri Karoseri Bus Indonesia Mendunia! Ini 6 Negara yang Diam-diam Pakai Bus Buatan RI, dari Fiji sampai Arab Saudi

Ada Titik Pemujaan Ratu Kidul dan Pesanggrahan, Pengunjung Ramai di Malam Tertentu

Hal lain yang tak kalah menyita perhatian adalah keberadaan bangunan yang disebut sebagai lokasi pemujaan Nyai Roro Kidul. Penjaga menyebut dulunya tempat itu ramai dikunjungi, meski kini sebagian pengunjung berpindah ke kawasan pesisir lain yang disebut Pesanggrahan Nirwana.

Menurut cerita yang berkembang, kunjungan biasanya meningkat pada malam tertentu seperti Jumat Legi, Jumat Kliwon, dan Selasa Kliwon. Beberapa pengunjung datang untuk ritual pribadi, permohonan kesembuhan, hingga mencari “berkah”.

Meski demikian, penjaga menekankan bahwa masyarakat sekitar lebih memaknai aktivitas tersebut sebagai bentuk memelihara adat dan menghormati alam, bukan semata-mata pemujaan. Ia juga mengingatkan pentingnya nguri-uri budaya agar tradisi tidak hilang ditelan zaman.

Reco Sewu Tulungagung kini menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin melihat perpaduan makam, arsitektur unik, budaya Jawa, dan kisah kejayaan rokok Reco Pentung dalam satu kawasan. Lokasinya yang dekat Pantai Popoh membuat tempat ini semakin menarik untuk dikunjungi, baik untuk wisata sejarah maupun wisata budaya.

Editor : Natasha Eka Safrina
#pantai popoh #Reco Sewu