RADAR TULUNGAGUNG – Satu sekolah dasar di Tulungagung terdampak gempa bumi magnitudo 5,5 yang terjadi pada Selasa (27/1) pagi.
Sekolah tersebut adalah SDN 1 Talunkulon, Kecamatan Bandung, Tulungagung.
Plt Kepala SDN 1 Talunkulon, Agung Nugroho, 52, menjelaskan bahwa gempa terjadi sebanyak dua kali saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung.
Gempa pertama dirasakan sekitar pukul 09.00, disusul gempa kedua sekitar 09.30 dengan guncangan yang lebih kuat.
“Gempa terjadi dua tahap. Yang pertama cukup kencang, lalu disusul gempa kedua yang terasa lebih kencang lagi,” ujar Agung.
Saat gempa pertama terjadi, para siswa langsung dievakuasi keluar kelas.
Namun ketika sudah berada di luar, gempa susulan kembali mengguncang dan menyebabkan sebagian plafon di area luar kelas runtuh.
“Alhamdulillah, anak-anak sudah berada di luar kelas saat gempa kedua. Jadi tidak ada korban, semua siswa selamat,” katanya.
Meski tidak menimbulkan korban, gempa tersebut berdampak pada kondisi bangunan sekolah. Tercatat terdapat retakan pada tiga ruang kelas yakni kelas 4, 5, dan 6.
Selain itu, plafon bangunan juga dilaporkan sempat mengalami kerusakan akibat guncangan.
“Kami melihat ada peretakan di tembok dan indikasi pergeseran bangunan. Ini bangunan lama, jadi kami juga waswas,” ungkapnya.
Jumlah siswa SDN 1 Talunkulon saat ini 64 siswa yang terbagi dalam enam kelas. Sementara ruang kelas yang terdampak dihuni oleh 8 siswa kelas 4, 13 siswa kelas 5, dan 13 siswa kelas 6.
Pascakejadian, pihak sekolah langsung melaporkan kondisi tersebut ke UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Bandung.
Selanjutnya, sejumlah pihak seperti dinas pendidikan, perangkat desa, dan instansi terkait telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi sekolah.
“Kami langsung lapor ke UPT. Setelah itu, dinas, pihak desa, dan instansi lain datang mengecek kondisi sekolah,” jelas Agung.
Meski terdapat kerusakan, kegiatan belajar mengajar pada hari Rabu (28/1) di SDN 1 Talunkulon masih berlangsung normal.
Namun, pihak sekolah meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.
“Pembelajaran tetap berjalan, tapi rasa trauma masih ada. Kami siaga, kalau ada guncangan lagi, semua langsung keluar kelas,” tegasnya.
Pantauan Radar Tulungagung di SDN 1 Talunkulon, Kecamatan Bandung, pada Rabu (28/1) siang, sekira pukul 11.00 tampak kegiatan belajar mengajar seperti biasa.
Para siswa dari kelas 1 hingga kas 6 juga tampak antusias mengikuti kegiatan di sekolah.
Namun, setelah menengok tiga ruang kelas yang terdampak gempa yaitu kelas 4,5 dan 6, suasana sedikit berbeda.
Di ketiga ruang kelas yang menghadap ke arah selatan tersebut, banyak mengalami keretakan pada dinding sebelah Utara.
Bahkan sekitar seperempat bagian lantai sebelah utara tampak agak miring.
Terlebih, kerusakan parah terjadi di bagian atap ruang kelas 6. Di sana, banyak plafon yang ambrol akibat gempa yang terjadi sehari sebelumnya.
Pihak sekolah berharap hasil survei lanjutan dari instansi terkait dapat segera dilakukan guna memastikan keamanan bangunan dan kenyamanan siswa selama proses belajar mengajar berlangsung. (sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri