Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Cerita Siswa SDN 1 Talunkulon saat Gempa Pacitan Magnitudo 5,5 Guncang Tulungagung, Plafon Sekolah Ambruk dan Tembok Retak

Sandy Sri Yuwana • Kamis, 29 Januari 2026 | 11:15 WIB
Kondisi plafon rontok di salah satu ruang kelas di SDN  1 Talunkulon usai gempa pada Selasa (26/1).(SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)
Kondisi plafon rontok di salah satu ruang kelas di SDN 1 Talunkulon usai gempa pada Selasa (26/1).(SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG - Gempa bumi berkekuatan 5,5 magnitudo yang dirasakan hingga wilayah Tulungagung pada Selasa (27/1) pagi meninggalkan pengalaman menegangkan bagi para siswa SDN 1 Talunkulon, Kecamatan Bandung, Tulungagung.

Azika Samha Saufa, siswi kelas 4, mengaku panik saat gempa pertama terjadi ketika ia sedang mengikuti pelajaran di dalam kelas.

Getaran kuat membuat meja dan kursi bergoyang, sementara suara gemuruh terdengar dari atap bangunan.

“Waktu gempa pertama, mejanya goyang-goyang. Terus guru langsung nyuruh kami keluar kelas,” ujar Azika dengan suara pelan.

Menurut dia, para siswa langsung berlari ke luar kelas mengikuti arahan guru.

Namun belum lama berada di halaman sekolah, gempa susulan kembali terasa dengan guncangan yang lebih kuat.

“Yang kedua lebih kencang. Kami sudah di luar, terus lihat plafon di dekat kelas ada yang jatuh. Saya takut sekali,” katanya.

Pengalaman serupa juga dirasakan Michel Brian Hartanto, siswa kelas 4 SDN 1 Talunkulon.

Dia mengatakan, gempa kedua membuat banyak siswa berteriak dan saling berpegangan karena takut.

“Yang kedua itu agak lama dan keras. Teman-teman ketakutan,” tutur Michel.

Michel menambahkan, saat gempa susulan terjadi, sebagian plafon di area ruang kelas runtuh.

Meski demikian, para guru terus mengondisikan siswa agar tetap berkumpul di area terbuka.

“Gurunya bilang jangan masuk kelas dulu. Disuruh kumpul di halaman,” jelasnya.

Meski seluruh siswa dipastikan selamat, peristiwa tersebut meninggalkan rasa takut dan trauma, terutama bagi siswa kelas bawah.

Beberapa siswa mengaku masih khawatir jika sewaktu-waktu gempa kembali terjadi saat mereka belajar di kelas.

“Sekarang masih takut kalau tiba-tiba ada getaran lagi,” ucap Azika.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, gempa tersebut menyebabkan retakan pada tiga ruang kelas di SDN 1 Talunkulon yakni kelas 4, 5, dan 6, serta kerusakan pada plafon bangunan.

Meski kegiatan belajar mengajar masih berjalan normal, pihak sekolah meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan gempa susulan. (sri/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#pacitan #tulungagung #plafon #sekolah #tembok retak #gempa