RADAR TULUNGAGUNG – Kisah inspiratif warga Tulungagung kembali hadir dari sektor usaha kreatif. Turmudzi, warga Desa Sambitan, Kecamatan Pakel, Tulungagung, berhasil membuktikan bahwa ketekunan dan fokus dapat mengantarkan usaha kecil menembus pasar internasional.
Lewat bisnis kerajinan mozaik batu alam, ia kini dikenal sebagai salah satu pengusaha lokal yang sukses mengangkat potensi daerah ke level global.
Bagi Turmudzi, kunci utama membangun usaha adalah fokus, pantang menyerah, serta terus meningkatkan pengetahuan tentang produk dan jaringan pemasaran. Prinsip itu ia pegang sejak awal merintis usaha hingga kini bisnisnya berkembang pesat.
“Fokus, pantang menyerah, terus tingkatkan pengetahuan tentang produk dan jaringan, maka bisnis akan maju pesat,” ujar Turmudzi.
Sebagai warga Tulungagung, Turmudzi menilai bahwa menjadi spesialis dalam satu bidang usaha jauh lebih penting dibanding mencoba banyak hal tanpa arah. Dengan konsistensi tersebut, pemahaman terhadap produk akan semakin matang dan jaringan bisnis pun perlahan terbentuk secara alami.
Merintis Usaha dari Nol dengan Modal Terbatas
Kesuksesan yang diraih Turmudzi tidak datang secara instan. Perjalanan panjang penuh perjuangan harus ia lalui sejak memulai usaha pada 2010.
Saat itu, ia masih berprofesi sebagai pengajar di Pondok Pesantren Al Islam, Kecamatan Bandung, Tulungagung. Keinginan untuk mandiri dan melihat potensi batu alam mendorongnya terjun ke dunia usaha.
Modal awal yang dimiliki Turmudzi tergolong terbatas, yakni sekitar Rp 10 juta. Dana tersebut diperoleh dari pinjaman teman serta hasil menjual perhiasan milik sang istri. Dengan modal seadanya, ia mulai memproduksi kerajinan mozaik batu alam secara sederhana.
“Modal awal memulai usaha saat itu Rp 10 juta, hasil pinjaman dari teman dan menjual perhiasan istri,” ungkapnya.
Sebagai warga Tulungagung yang baru terjun ke dunia bisnis, Turmudzi tak luput dari berbagai penolakan. Produk yang ditawarkan kerap ditolak calon pembeli, bahkan ada pula pesanan yang batal diambil. Namun, kondisi tersebut tidak mematahkan semangatnya untuk terus belajar dan memperbaiki kualitas produk.
Fokus Produk dan Bangun Jaringan
Turmudzi memilih tetap bertahan pada bisnis mozaik batu alam meski jalan yang ditempuh tidak mudah. Ia meyakini bahwa fokus pada satu jenis produk akan membuat kualitas semakin meningkat. Seiring waktu, pengetahuannya tentang bahan baku, desain, hingga teknik produksi terus berkembang.
Selain kualitas produk, jaringan menjadi faktor penting dalam perkembangan bisnisnya. Turmudzi aktif membangun relasi dengan berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar daerah. Perlahan, hasil kerja kerasnya mulai terlihat. Pesanan berdatangan dan kepercayaan konsumen pun tumbuh.
Menurutnya, ketika pengetahuan tentang produk sudah matang dan jaringan terbangun dengan kuat, usaha akan bergerak naik secara signifikan. Prinsip tersebut ia rasakan langsung dalam perjalanan bisnisnya sebagai warga Tulungagung yang berangkat dari usaha rumahan.
Tembus Pasar Luar Negeri
Kini, bisnis kerajinan mozaik batu alam yang dirintis Turmudzi telah menembus pasar luar negeri. Produk-produknya diminati karena keunikan desain serta kualitas material yang digunakan. Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi daerah asalnya, Tulungagung.
Dalam proses produksi, Turmudzi juga melibatkan tenaga kerja lokal. Hal ini sekaligus membuka lapangan pekerjaan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Baginya, kesuksesan usaha bukan hanya soal keuntungan pribadi, tetapi juga manfaat yang bisa dirasakan bersama.
Turmudzi berharap kisahnya dapat menjadi motivasi bagi warga Tulungagung lainnya, khususnya generasi muda, agar tidak ragu memulai usaha dari potensi lokal. Ia menegaskan bahwa keterbatasan modal bukan penghalang utama selama ada kemauan untuk belajar dan konsisten menjalani proses.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula