RADAR TULUNGAGUNG – Hari ini warga Nahdliyin memperingai Harlah 100 Tahun Nahdlatul Ulama (NU) versi Masehi.
Dengan tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia”, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tulungagung berharap bisa semakin solid dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin maju.
Ketua Tanfidziyah PCNU Tulungagung, KH Bagus Ahmadi, mengatakan bahwa NU yang telah berusia satu abad bukan sekadar organisasi keagamaan, melainkan telah menjadi bagian penting dari perjalanan peradaban bangsa bahkan dunia.
“NU sudah satu abad. Ke depan, kami ingin NU semakin kuat berkontribusi bagi umat, tidak hanya di lingkup nasional, tetapi juga internasional. Ini sesuai dengan lambang NU berupa bola dunia yang sejak awal menjadi visi para muasis,” ujarnya.
Menurutnya, kontribusi NU tidak hanya terbatas pada aspek keagamaan, tetapi juga menyentuh ranah peradaban, budaya, sosial, hingga kemanusiaan.
Karena itu, NU dituntut terus melakukan penyesuaian tanpa meninggalkan jati diri Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
KH Bagus menyoroti tantangan besar di era kemajuan teknologi, khususnya dalam bidang keagamaan.
Jika dahulu santri harus datang langsung ke guru untuk mengaji, kini pengetahuan keagamaan dapat diakses melalui gawai masing-masing.
“Ini peluang sekaligus tantangan. Paham Aswaja harus hadir di berbagai platform digital agar bisa mewarnai pemikiran keagamaan masyarakat. Jangan sampai generasi muda justru terpapar paham-paham radikal karena salah rujukan,” tegasnya.
Oleh karena itu, PCNU Tulungagung mendorong keterlibatan aktif anak muda dalam kegiatan-kegiatan NU.
Pendekatan yang dilakukan tidak lagi semata-mata konvensional, tetapi juga memanfaatkan teknologi agar nilai-nilai ke-NU-an bisa disebarluaskan secara luas dan relevan bagi generasi sebaya.
“Anak muda harus diajak dan dirangkul. Mereka inilah yang nanti akan menyebarkan prinsip NU dan keagamaan dengan caranya sendiri, tentu tetap dalam koridor Aswaja,” imbuhnya.
Dalam rangka memperkuat soliditas organisasi, PCNU Tulungagung juga berupaya mengonsolidasikan seluruh potensi kader NU di berbagai bidang.
Mulai dari pemerintahan, perekonomian, kesehatan, pendidikan, hingga sektor-sektor strategis lainnya.
“Kami ingin semua kompetensi kader NU di Tulungagung bisa terhimpun dan bersinergi untuk kemaslahatan umat,” katanya.
Terkait dinamika yang berkembang di tingkat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Bagus menegaskan bahwa PCNU Tulungagung memilih untuk tidak ikut campur.
Fokus utama kepengurusan saat ini adalah menjalankan program-program yang telah disepakati dalam konferensi cabang (konfercab).
“Kami lebih memilih fokus bekerja, menjalankan amanah organisasi, dan memastikan program berjalan sesuai kesepakatan,” jelasnya.
Meski NU kerap dianggap masih menjalankan mekanisme tradisional, KH Bagus menilai modernitas tetap menjadi bagian dari langkah PCNU Tulungagung.
Modernisasi dilakukan secara bertahap dan kontekstual tanpa menghilangkan nilai-nilai dasar yang menjadi kekuatan NU.
“Harapan kami, NU semakin solid, semakin dewasa, dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman,” pungkasnya. (*/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri