Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Harlah Ke-100 NU Jadi Momentum Penguatan Peran Perempuan, PC Fatayat NU Tulungagung Siap Jawab Tantangan Zaman

Sandy Sri Yuwana • Sabtu, 31 Januari 2026 | 12:55 WIB
Ketua PC Fatayat NU Tulungagung, Alik Madrikah.
Ketua PC Fatayat NU Tulungagung, Alik Madrikah.

RADAR TULUNGAGUNG - Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-100 tahun yang jatuh pada Sabtu (31/1) dimaknai sebagai momentum refleksi sekaligus penguatan peran perempuan NU dalam menjawab tantangan zaman.

Hal itu ditegaskan Ketua PC Fatayat NU Tulungagung, Alik Mudrikah, 41.

Menurut dia, satu abad NU bukanlah usia yang singkat.

Perjalanan panjang tersebut menjadi bukti ketangguhan organisasi dalam menjaga nilai keislaman, kebangsaan, dan kemasyarakatan.

Bagi Fatayat NU, NU merupakan rumah besar tempat lahir dan tumbuhnya perempuan-perempuan Nahdliyin.

“Fatayat NU ini lahir dari rahim NU. NU adalah rumah besar kami, perempuan Nahdlatul Ulama. Maka harlah ke-100 ini menjadi momentum yang sangat luar biasa bagi kami,” ujarnya.

Dia menegaskan, memasuki abad kedua, NU dituntut semakin adaptif menghadapi tantangan zaman.

Terutama bagi perempuan, tantangan itu hadir dalam berbagai lini kehidupan, mulai sosial, keagamaan, hingga kepemudaan.

“Perempuan harus mampu bertahan dan memberi manfaat di masyarakat. Kami ingin memperkuat keteguhan perempuan NU, baik dalam aspek keagamaan, sosial, maupun kepemudaan. Karena Fatayat NU adalah organisasi pemudi perempuan Nahdlatul Ulama,” imbuhnya.

Di Tulungagung, PC Fatayat NU menguatkan perannya melalui sejumlah program unggulan yang dirancang dalam tagline PC Fatayat NU Tulungagung Berbudaya.

Tagline tersebut merupakan akronim dari berakhlak, berpengetahuan, dinamis, dan berdaya.

“Di usia 100 tahun NU ini, perempuan tidak hanya menjadi partisipan, tapi juga pelaku perubahan. Itu yang terus kami dorong,” tegasnya.

Alik melanjutkan, jumlah anggota PC Fatayat NU Tulungagung mencapai sekitar 7.500 orang.

Angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses pendataan yang masih berjalan.

Secara struktural, Fatayat NU Tulungagung memiliki 19 pimpinan anak cabang dan 270 pimpinan ranting yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten.

Untuk segmentasi usia, Fatayat NU menaungi perempuan berusia 20 hingga 45 tahun.

Namun, bagi perempuan di bawah usia tersebut yang telah menikah tetap memiliki ruang untuk bergabung.

“Kalau sudah menikah, meskipun belum 20 atau 25 tahun, tetap bisa bergabung. Di NU kan juga ada banom lain seperti IPPNU untuk pelajar,” jelasnya.

Pada momentum Harlah Ke-100 NU ini, Fatayat NU Tulungagung berharap akses bagi perempuan untuk berkarya semakin terbuka luas di berbagai bidang.

Meski dihadapkan pada dinamika sosial dan kondisi pemerintahan daerah, Fatayat NU menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam pembangunan daerah.

“Kami ingin perempuan di Tulungagung mendapat akses seluas-luasnya untuk berkarya. Kondisi dan dinamika daerah tidak boleh memutus peran kami untuk terus bergerak membangun Tulungagung,” pungkasnya. (sri/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#nahdlatul ulama #peran perempuan #nu #Harlah ke-100 NU