RADAR TULUNGAGUNG - Hujan deras yang mengguyur Tulungagung pada Jumat (30/1) memicu terjadinya banjir ancar di sejumlah wilayah.
Berbeda dengan banjir biasa yang cenderung berlangsung lama dan berpotensi menimbulkan kerusakan.
Banjir ancar merupakan genangan air bersifat sementara akibat luapan air hujan dan sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air.
Umumnya, banjir jenis ini cepat surut.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Tulungagung pada Sabtu (31/1/2026) pukul 14.46 WIB, banjir ancar terjadi di beberapa desa di Kecamatan Besuki dan Campurdarat, serta disertai peningkatan debit Sungai Kalidawir.
Koordinator Pusdalops BPBD Tulungagung, Muhamad Noval Hamami, menjelaskan hujan dengan intensitas tinggi sejak pukul 16.00 WIB menyebabkan aliran air meningkat drastis di sejumlah wilayah.
“Hujan deras sejak sore hari menyebabkan aliran air meningkat dan memicu banjir ancar di Desa Besole, Ngentrong, dan Sawo. Selain itu, debit Sungai Kalidawir sempat naik dan meluap di beberapa titik,” jelasnya.
Di Desa Besole, Kecamatan Besuki, banjir ancar terjadi sekitar pukul 19.30 WIB dengan ketinggian air dilaporkan mencapai 10 hingga 70 sentimeter.
Genangan air tersebut berangsur surut sekitar pukul 23.00 WIB.
Sementara itu, banjir ancar juga melanda Desa Ngentrong, Kecamatan Campurdarat.
Ketinggian air berkisar antara 10 hingga 50 sentimeter dan mulai terjadi sekitar pukul 19.30 WIB.
Kondisi tersebut dil aporkan surut pada pukul 22.30 WIB. Kejadian serupa dialami Desa Sawo, Kecamatan Campurdarat.
Banjir ancar mulai terjadi sejak pukul 19.00 WIB dengan tinggi air sekitar 10 hingga 50 sentimeter dan berangsur surut sekitar pukul 22.00 WIB.
Selain banjir ancar, hujan deras juga menyebabkan peningkatan debit Sungai Kalidawir.
Luapan air terjadi di beberapa titik di sepanjang aliran sungai di Kecamatan Kalidawir.
“Meski demikian, luapan tersebut tidak sampai menggenangi permukiman warga. Debit air sungai dilaporkan kembali normal sekitar pukul 22.30 WIB,” tutur Noval.
BPBD Tulungagung mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya hujan dengan intensitas tinggi.
Warga juga diminta segera melapor kepada perangkat desa atau petugas terkait apabila menemukan tanda-tanda banjir maupun kejadian darurat lainnya. (mg1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri