Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Banjir Berulang di Desa Ngentrong Campurdarat Tulungagung, Warga Desak Pembangunan Embung dan Cekdam

Dharaka R. Perdana • Senin, 2 Februari 2026 | 10:26 WIB
Banjir di Desa Ngentrong, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung.(Ilustrasi Gemini AI)
Banjir di Desa Ngentrong, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung.(Ilustrasi Gemini AI)

RADAR TULUNGAGUNG - Banjir masih menghantui warga Desa Ngentrong, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung.

Setiap kali hujan deras mengguyur, air dipastikan menggenangi area kantor desa hingga permukiman warga.

Kondisi itu kembali terulang pada Sabtu dini hari (31/1), untuk kesekian kalinya banjir disertai lumpur menerjang desa tersebut.

Air bah diketahui berasal dari wilayah Kecamatan Tanggunggunung. Derasnya aliran air dari pegunungan selatan membuat dua titik tanggul di Desa Ngentrong jebol.

Akibatnya, air bercampur lumpur meluap tak terkendali dan masuk ke area pemukiman.

Kepala Desa Ngentrong, Samuji, mengatakan bahwa banjir sudah menjadi ancaman rutin bagi warganya.

Setiap hujan dengan inten sitas tinggi, warga selalu diliputi kekhawatiran karena air datang mendadak dan cepat meluap.

“Kalau hujan deras, pasti banjir. Air menggenangi kantor desa dan rumah warga. Tadi malam itu sudah kese kian kalinya,” ujar Samuji saat dikonfirmasi.

Menurutnya, penanganan yang selama ini dilakukan masih bersifat sementara.

Perbaikan tanggul yang jebol dinilai hanya mampu menjadi solusi jangka pendek dan tidak menyelesaikan persoalan utama.

“Perbaikan tanggul itu sifatnya darurat. Kalau hujan besar lagi, tetap jebol. Kami berharap ada solusi jangka panjang dari pemerintah daerah,” tegasnya.

Samuji menilai solusi jangka panjang yang paling memungkinkan adalah pembangunan embung atau cekdam di wilayah hulu.

Dengan begitu, aliran air dari pegunungan selatan yang melintasi Desa Ngentrong dapat dikontrol sebelum masuk ke permukiman.

“Kami butuh embung atau cekdam agar air dari Tanggunggunung bisa dikendalikan. Kalau tidak, banjir akan terus menghantui warga,” imbuhnya.

Ia juga mengakui pemerintah desa tidak bisa banyak berharap dari dana desa.

Pasalnya, anggaran tersebut sudah banyak ter pangkas untuk berbagai program prioritas nasional.

“Dana desa pasti habis un tuk meng-cover PKK, posyandu, BLT, penanganan stunting, dan kebutuhan lainnya. Tidak mungkin cukup untuk pembangunan skala besar seperti embung,” pungkas Samuji.

Pemdes Ngentrong berharap pemerintah daerah segera turun tangan agar persoalan banjir tahunan ini bisa ditangani secara menyeluruh dan tidak lagi menjadi momok bagi warga setiap musim hujan tiba.(*/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#Cekdam #banjir #bencana #tanggul #hujan deras