Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tekan Fatalitas Kecelakaan, Polres Tulungagung Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026 Selama Dua Pekan Jelang Ramadan

Dharaka R. Perdana • Rabu, 4 Februari 2026 | 10:41 WIB
Operasi Keselamatan Semeru 2026 digelar Polres Tulungagung mulai 2 hingga 15 Februari 2026.(Ilustrasi Gemini AI)
Operasi Keselamatan Semeru 2026 digelar Polres Tulungagung mulai 2 hingga 15 Februari 2026.(Ilustrasi Gemini AI)

RADAR TULUNGAGUNG – Fatalitas kecelakaan lalu lintas harus ditekan seminimal mungkin.

Yakni dibarengi dengan meningkatkan disiplin dan kesadaran masyarakat dalam berkendara.

Dua hal tersebut menjadi target utama Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang digelar Polres Tulungagung mulai 2 hingga 15 Februari 2026.

Operasi ini diharapkan mampu menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, nyaman, dan selamat, terutama menjelang Ramadan.

Wakapolres Tulungagung Kompol Arie Taufan Budiman menyampaikan bahwa Operasi Keselamatan Semeru 2026 dilaksanakan secara serentak dan terpusat di seluruh wilayah Jawa Timur.

“Operasi Keselamatan Semeru 2026 dilaksanakan secara terpusat mulai 2 Februari hingga 15 Februari 2026,” ujarnya.

Dia menjelaskan, operasi ini bertujuan meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, menurunkan angka fatalitas kecelakaan, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara.

Dalam pelaksanaannya, Polres Tulungagung melibatkan 149 personel serta berkolaborasi dengan berbagai stakeholder terkait.

Yakni, TNI, dinas perhubungan, dinas pendidikan, serta dinas kesehatan.

"Ini merupakan bentuk sinergisitas lintas sektoral, terlebih dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan,” terangnya.

Lebih lanjut, wakapolres menjelaskan bahwa Operasi Keselamatan Semeru 2026 dilaksanakan melalui tiga strategi utama yakni preemtif, preventif, dan represif.

Strategi preemtif dilakukan melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi keselamatan berlalu lintas, termasuk kepada perusahaan otobus (PO bus) serta kampanye melalui berbagai media.

Sementara strategi preventif diwujudkan melalui kegiatan pencegahan, seperti pengecekan kendaraan angkutan penumpang yang bersinergi dengan dinas perhubungan, serta pelaksanaan tes kesehatan dan tes urine terhadap pengemudi.

Adapun tindakan represif dilakukan melalui penegakan hukum, baik menggunakan sistem ETLE maupun tilang manual secara skala prioritas.

“Sasaran penindakan antara lain penggunaan knalpot brong, melawan arus, serta pengendara yang tidak menggunakan helm,” ucapnya.

Wakapolres juga menyebutkan sejumlah wilayah di Kabupaten Tulungagung yang menjadi atensi atau black spot kecelakaan lalu lintas.

Di antaranya, Kecamatan Ngunut, Kecamatan Gondang, serta jalur perlintasan antar kabupaten. (*/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#polres tulungagung #operasi keselamatan semeru #kecelakaan