Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

59 Ekor Ternak Terpapar PMK di 12 Kecamatan, Disnakkeswan Tulungagung Sidak Pasar Hewan

Sandy Sri Yuwana • Kamis, 5 Februari 2026 | 08:20 WIB
Disnakkeswan Tulungagung mencatat 59 ekor ternak teridentifikasi terpapar PMK yang tersebar di 12 kecamatan.
Disnakkeswan Tulungagung mencatat 59 ekor ternak teridentifikasi terpapar PMK yang tersebar di 12 kecamatan.

RADAR TULUNGAGUNG – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali merebak di Tulungagung.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Tulungagung mencatat 59 ekor ternak teridentifikasi terpapar PMK yang tersebar di 12 kecamatan.

Kepala Disnakkeswan Tulungagung, Agus Suswantoro mengatakan, dari total 19 kecamatan yang ada masih terdapat 7 kecamatan yang hingga kini berstatus nol kasus PMK.

“Hasil pemantauan dan laporan dari petugas lapangan serta pusat kesehatan hewan, total ada 59 kasus yang ditemukan di 12 kecamatan. Artinya masih ada 7 kecamatan yang zero,” jelas Agus.

Meski demikian, Agus menegaskan, kondisi di lapangan menunjukkan tren yang cukup positif.

Salah satunya terlihat saat pihaknya melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Hewan Terpadu (PHT) Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol, pada Rabu (4/2), untuk memastikan aktivitas jual beli ternak tetap aman.

“Hari ini (kemarin) kami melakukan sidak di PHT untuk melihat sejauh mana aktivitas perdagangan ternak dan mengecek langsung kondisi kesehatannya,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, disnakkeswan memastikan ternak yang masuk ke pasar dalam kondisi sehat dan layak jual.

Beberapa sapi dan kambing diperiksa secara langsung oleh petugas.

Indikasi kesehatan ternak dinilai baik, mulai dari mata yang jernih, hidung yang basah, hingga kondisi tubuh yang proporsional dan tidak kurus.

“Secara visual ternaknya sehat, berat badan ideal, tidak ada penurunan kondisi fisik. Harga jual pun masih stabil, belum ada penurunan,” imbuh Agus.

Dia menyebut harga sapi di PHT Sumberdadi saat ini berada di kisaran Rp 25 juta hingga Rp 30 juta per ekor.

Bahkan, dalam sidak tersebut, dia sempat mewawancarai dua pedagang.

Salah satu sapi jantan asal Doroampel terjual dengan harga Rp 27,5 juta, sementara sapi betina terjual Rp 22,5 juta.

Agus menambahkan, pedagang ternak yang beraktivitas di pasar tersebut tidak hanya berasal dari Tulungagung, tetapi juga dari luar daerah seperti Blitar, Trenggalek, hingga Kediri.

“Pasar ini memang pasaran Pahing, jadi pedagangnya campuran, baik lokal maupun luar kota,” jelasnya.

Terkait ternak yang sempat mengalami sakit, disnakkeswan telah melakukan penanganan dengan pemberian vitamin, vaksin tambahan, serta obat-obatan pendukung.

Agus menegaskan, ternak yang sudah divaksin terbukti memiliki daya tahan lebih baik terhadap PMK dan proses pemulihannya lebih cepat dibanding ternak yang belum divaksin.

“Dari 59 kasus tersebut sudah kami lakukan penanganan, dan alhamdulillah tidak ada ternak yang mati,” pungkasnya.(sri/c1/rka)

 

Editor : Vidya Sajar Fitri
#ternak #pasar hewan #sapi #pmk #Disnakkeswan