RADAR TULUNGAGUNG – Masyarakat Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, akhirnya boleh sedikit bernapas lega.
Jembatan desa yang putus sejak Desember 2024 silam tersebut hampir dipastikan akan dibangun kembali pada tahun anggaran 2026 ini.
Pembangunan jembatan tersebut bakal menyedot anggaran sekitar Rp 7,5 miliar.
Dana itu merupakan bagian dari alokasi anggaran infrastruktur Tulungagung tahun 2026 yang mencapai Rp 300 miliar.
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung, Ahmat Rifai Sodik saat dikonfirmasi, menjelaskan bahwa Jembatan Junjung nantinya akan dibangun dengan desain berbeda dari bangunan sebelumnya.
Perubahan rancang bangun itu dilakukan sebagai bentuk evaluasi atas penyebab kerusakan jembatan lama.
“Desainnya tidak lagi menggunakan tiang pancang di tengah. Dulu kerusakan terjadi karena tiang tengah ambles,” jelasnya, Rabu (4/2).
Menurut dia, sebagai gantinya, badan jembatan akan dibuat lebih panjang sehingga bentangannya tidak memerlukan penopang di bagian tengah sungai.
Dengan desain tersebut, diharapkan struktur jembatan menjadi lebih aman dan tahan lama meskipun debit sungai di bawahnya sedang meninggi.
Saat ini, proyek pembangunan masih berada pada tahap perencanaan teknis dan persiapan lelang. Karena itu, pengerjaan fisik belum bisa dimulai dalam waktu dekat.
“Masih proses perencanaan untuk lelang. Diperkirakan pelaksanaan pembangunan baru bisa dimulai setelah Idul Fitri,” ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, pria ramah ini memastikan bahwa saat perayaan Hari Raya Idul Fitri kondisinya belum berubah.
Masyarakat yang biasa melintasi jembatan Junjung masih harus bersabar dan menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh.
“Belum bisa dilewati saat Lebaran. Warga masih harus memutar,” pungkasnya.
Pantauan Koran ini, akses menuju jembatan tersebut, baik dari Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, maupun Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu, masih ditutup dengan sesek bambu.
Kendati demikian, sesekali masih ada warga yang melintas untuk sekadar mencari rumput ke seberang.
Sekadar mengingatkan, Jembatan Junjung putus pada Desember 2024 usai hujan deras mengguyur wilayah Tulungagung.
Putusnya jembatan ini cukup berdampak pada mobilitas warga, terutama untuk aktivitas ekonomi dan akses antarwilayah. Mereka harus mengambil jalur memutar.
Karena itu, realisasi pembangunan jembatan ini diharapkan benar-benar menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat setempat.(*/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri