RADAR TULUNGAGUNG – Anggota Komisi IX DPR RI, Heru Tjahjono, kembali turun ke masyarakat untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan salah satu program prioritas nasional. Kali ini, kegiatan sosialisasi digelar di Aula Balai Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jumat (6/2/2026), dan mengundang sekira 300 warga dari berbagai elemen masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Heru Tjahjono hadir secara langsung sebagai narasumber bersama dengan Badan Gizi Nasional, Dinas Kesehatan dan sebagainya. Kehadirannya disambut antusias oleh peserta yang ingin memperoleh penjelasan menyeluruh terkait tujuan, manfaat, serta mekanisme pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang saat ini tengah digencarkan pemerintah pusat.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah strategis pemerintah dalam upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak usia sekolah. Melalui program ini, pemerintah menargetkan terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan produktif sebagai pilar utama menuju visi Indonesia Emas 2045.
Heru Tjahjono menyampaikan bahwa Program MBG bukan sekadar program bantuan sosial, melainkan bentuk investasi jangka panjang negara untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul di masa depan. Ia menegaskan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
“Program Makan Bergizi Gratis ini dirancang untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang layak sejak dini. Dukungan dan pengawasan dari masyarakat sangat penting agar pelaksanaannya tepat sasaran dan berkelanjutan,” ungkap Heru di hadapan peserta.
Selain pemaparan dari Heru Tjahjono, sosialisasi juga diisi oleh perwakilan instansi terkait yang menjelaskan aspek teknis pelaksanaan program. Mulai dari standar gizi makanan, tata kelola distribusi, hingga skema pelibatan pihak-pihak lokal dalam penyediaan bahan pangan.
Melalui sosialisasi ini, masyarakat Desa Ngujang dan wilayah sekitar diharapkan tidak hanya memahami manfaat Program Makan Bergizi Gratis, tetapi juga dapat berperan aktif dalam mendukung pelaksanaannya. Pelibatan potensi pangan lokal dinilai mampu memberikan dampak ganda, yakni peningkatan gizi masyarakat sekaligus penguatan ekonomi desa.
Editor : Sandy Sri Yuwana