RADAR TULUNGAGUNG – Setelah menggelar sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Anggota Komisi IX DPR RI, Heru Tjahjono, melanjutkan rangkaian kegiatannya di Kabupaten Tulungagung dengan mengadakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bersama tokoh masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di Desa Pucung Lor, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Jumat (6/2/2026).
Kegiatan KIE tersebut difokuskan pada penyuluhan terkait keamanan, mutu, gizi, serta manfaat pangan bagi masyarakat. Selain itu, sekira 300 peserta undangan juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya label dan iklan pangan yang benar, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran konsumen sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting.
Hadir sebagai narasumber utama, Heru Tjahjono, yang juga merupakan Anggota Komisi IX DPR RI memaparkan kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi edukasi antara legislatif dan instansi terkait, termasuk Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dalam rangka mendorong masyarakat mengonsumsi pangan yang aman, bermutu, dan bergizi.
Heru Tjahjono menyampaikan bahwa kegiatan tersebut secara khusus menyasar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Tulungagung. Menurutnya, UMKM memiliki peran strategis dalam penyediaan pangan sehat bagi masyarakat.
“Hari ini kita melaksanakan sosialisasi bersama Badan POM. Yang kita undang adalah para pelaku UMKM, karena mereka berkaitan langsung dengan produk pangan yang dikonsumsi masyarakat. Hadir juga Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Koperasi, semuanya memiliki keterkaitan dalam pengembangan UMKM,” jelas Heru.
Melalui kegiatan ini, para pelaku UMKM diberikan wawasan dan pendampingan agar produk yang dihasilkan aman dikonsumsi dan memiliki daya saing, termasuk untuk pemasaran secara daring. Heru juga menekankan pentingnya pemahaman perizinan produk, mulai dari yang wajib memiliki izin BPOM hingga yang cukup dengan izin PIRT.
“Kita jelaskan mana produk yang harus berizin BPOM dan mana yang cukup dengan PIRT. Jika ada kendala perizinan di lapangan, difasilitasi langsung bersama Dinas Koperasi agar UMKM tetap bisa berkembang,” ujarnya.
Heru menambahkan, Kabupaten Tulungagung memiliki potensi UMKM yang sangat besar, dengan jumlah pelaku usaha mencapai hampir 250 ribu. Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan lebih jauh, termasuk sebagai bagian dari rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis.
“UMKM di Tulungagung kita dorong agar ke depan bisa menyuplai kebutuhan Program MBG. Tadi ada contoh produk susu dan lainnya. Kalau ini berkembang, tentu dampaknya besar bagi ekonomi lokal,” tambahnya.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Berbagai pertanyaan disampaikan, mulai dari proses perizinan produk makanan, minuman, jamu, hingga kosmetik. Hal ini menunjukkan besarnya minat UMKM untuk naik kelas sekaligus berkontribusi dalam penyediaan pangan sehat bagi masyarakat.
Melalui kegiatan KIE ini, Heru Tjahjono berharap kesadaran masyarakat dan pelaku usaha terhadap pentingnya pangan yang aman, bermutu, dan bergizi semakin meningkat, sehingga mampu mendukung kesehatan masyarakat sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Tulungagung.
Editor : Sandy Sri Yuwana