RADAR TULUNGAGUNG – Imbas 24 siswa SDN 3 Bungur (bukan SDN 1 Bungur), Kecamatan Karangrejo, Tulungagung, yang keracunan, membuat SPPG Bungur 004 harus menghentikan sementara operasionalnya.
Kebijakan ini diambil Badan Gizi Nasional (BGN) hingga proses evaluasi dan pemeriksaan tuntas dilakukan.
Korwil BGN Tulungagung, Sebrina Mahardika mengatakan, SPPG Bungur 004 tergolong baru karena beroperasi kurang dari dua bulan.
Namun, dapur penyedia MBG itu diketahui belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“SPPG ini memang sudah mengajukan SLHS melalui Online Single Submission (OSS). Rencananya, dinas kesehatan akan melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL). Tapi dengan adanya insiden ini, kami juga akan melakukan pengecekan sanitasi dan evaluasi manajemen di SPPG Bungur 004,” ujarnya.
Menurut Sebrina, hasil tinjauan sementara menemukan sejumlah hal yang perlu dibenahi. Mulai dari sistem penyimpanan bahan baku, kebersihan dapur, hingga aspek higiene sanitasi.
Tak hanya itu, lokasi dapur SPPG juga menjadi sorotan. Pasalnya, dapur tersebut berada cukup dekat dengan kandang kambing.
“Seharusnya tidak diperkenankan. Karena salah satu syarat mendirikan dapur tidak boleh dekat dengan area pencemaran, seperti kandang ternak dan tempat pembuangan sampah,” paparnya.
Di sisi lain, menu MBG yang disajikan kepada siswa juga menjadi perhatian. Pada hari kejadian, menu yang dibagikan terdiri dari nasi putih, ayam suwir, tahu, oseng kacang, dan kurma.
BGN sendiri sebenarnya telah memberikan peringatan terkait sejumlah menu yang tidak disarankan untuk didistribusikan dalam program MBG.
Beberapa menu yang dilarang antara lain ayam suwir, nasi goreng, nasi kuning, nasi uduk, soto, mi bihun, capjay, dan sayur tauge.
“Ayam suwir ini sudah di-warning BGN. Tidak disarankan menjadi lauk MBG karena berisiko mengalami penurunan kualitas gizi dan lebih cepat rusak jika tidak ditangani dengan baik. Itu sudah menjadi atensi BGN agar tidak digunakan,” tegasnya.
Saat ini, sampel makanan telah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium guna memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.
Sementara itu, operasional SPPG Bungur 004 dihentikan sementara sampai hasil evaluasi dan pemeriksaan keluar.
Seperti diberitakan sebelumnya, 24 siswa SDN 3 Bungur harus mendapat perawatan di Puskesmas Karangrejo.
Mereka diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG dari SPPG Bungur 004. (*/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri