Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dishub Tulungagung Siapkan SPLU di Terminal Gayatri untuk Becak Listrik, PLN Mulai Bangun Fondasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik

Rinto Wahyu Hidayat • Kamis, 12 Februari 2026 | 10:43 WIB
Abang becak saat menerima bantuan becak listrik pada 10 Januari lalu. Dishub mempersiapkan pembuatan SPLU di area Terminal Gayatri.(DR PERDANA/RADAR TULUNGAGUNG)
Abang becak saat menerima bantuan becak listrik pada 10 Januari lalu. Dishub mempersiapkan pembuatan SPLU di area Terminal Gayatri.(DR PERDANA/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG - Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung mulai menyiapkan fasilitas stasiun pengisian listrik umum (SPLU) sebagai penunjang operasional kendaraan listrik, khususnya becak listrik.

Pembangunan fasilitas tersebut saat ini masih dalam tahap pengerjaan fondasi yang dilaksanakan oleh PT PLN (Persero).

Kabid lalu lintas Panji Putranto mengatakan, pembangunan SPLU dilakukan secara bertahap. Saat ini PLN masih menyelesaikan proses pembangunan fondasi sebelum pemasangan perangkat utama dilakukan.

“Untuk sementara masih tahap pembangunan fondasi SPLU. Jika fondasi sudah kering dan kuat, baru dilakukan pemasangan peralatannya,” ujar Panji.

Panji menjelaskan, SPLU tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi becak listrik, tetapi juga dapat digunakan untuk sepeda listrik dan sepeda motor listrik.

Namun, fasilitas ini belum dapat digunakan untuk pengisian daya mobil listrik karena keterbatasan kapasitas daya listrik.

“SPLU ini bisa digunakan untuk kendaraan listrik skala kecil seperti sepeda dan motor listrik, termasuk becak listrik. Kalau mobil listrik belum bisa karena membutuhkan daya lebih besar,” jelasnya.

Pembangunan SPLU tahap awal direncanakan berada di kawasan pintu masuk terminal, yang dinilai sebagai salah satu simpul transportasi strategis.

Hingga saat ini, Dishub Tulungagung bersama PLN masih fokus pada pembangunan satu titik SPLU sebagai proyek percontohan.

“Untuk sementara masih satu titik. Ke depan akan dievaluasi, termasuk melihat kebutuhan di lokasi lain berdasarkan sebaran penerima bantuan becak listrik,” tambah Panji.

Dishub Tulungagung juga akan berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, seperti dinas sosial, satpol PP, serta pemerintah kecamatan untuk menentukan potensi pengembangan SPLU di wilayah lain yang terdampak program bantuan becak listrik.

Menurut Panji, pembangunan dan pengadaan SPLU sepenuhnya menjadi kewenangan PLN. Dishub hanya mengajukan permohonan fasilitas serta mengusulkan lokasi pemasangan.

“Pemasangan dan pengadaan alat dari PLN. Kami hanya mengusulkan dan menyurati PLN untuk pemasangan SPLU di kawasan pintu masuk Terminal Gayatri,” tegasnya.

Selain SPLU, Dishub Tulungagung juga menyiapkan fasilitas tambahan berupa stopkontak pengisian daya di kantor dishub sebagai alternatif pengisian listrik bagi pengemudi becak listrik.

Program penyediaan fasilitas pengisian listrik ini merupakan tindak lanjut dari program bantuan becak listrik yang sebelumnya disalurkan pemerintah pusat.

Dishub berupaya mendukung keberlanjutan operasional kendaraan listrik tersebut melalui penyediaan infrastruktur pengisian daya.

Dishub Tulungagung menilai keberadaan SPLU diharapkan mampu meningkatkan mobilitas pengemudi becak listrik, terutama bagi pengemudi lanjut usia yang menjadi penerima bantuan kendaraan tersebut.

“Harapannya fasilitas ini bisa membantu pengemudi becak listrik agar operasionalnya lebih ringan dan optimal. Dengan tenaga listrik, mobilitas mereka bisa meningkat,” pungkas Panji.

Dishub bersama PLN juga berencana melakukan sosialisasi penggunaan SPLU kepada pengemudi becak listrik dan komunitas transportasi setelah fasilitas tersebut selesai dipasang dan siap digunakan.(rin/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#becak listrik #dishub #pln #terminal gayatri