RADAR TULUNGAGUNG – Pemerintah Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, menunjukkan respons cepat dalam menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait jalan berlubang yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Langkah sigap tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas sektor bersama forkopimcam, pemerintah desa, hingga Dinas PUPR Tulungagung.
Camat Sumbergempol, Heru Junianto, menjelaskan bahwa laporan kerusakan jalan diterima pada Rabu (11/2/2026) pagi.
Pada hari yang sama, menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kecamatan langsung turun ke lapangan bersama jajaran Polsek Sumbergempol, kepala desa setempat, serta UPT dinas terkait untuk melakukan pengecekan kondisi jalan secara langsung.
“Langkah awal yang kami lakukan adalah identifikasi dan cek lapangan. Kami juga langsung berkoordinasi dengan kepala desa, kapolsek, serta Dinas PUPR Tulungagung agar segera dilakukan penanganan, terutama demi keselamatan mobilitas masyarakat,” ujar Heru.
Menurutnya, kerusakan jalan yang cukup parah terjadi di wilayah Wates.
Lubang jalan dinilai cukup dalam dan sudah menyebabkan sejumlah pengguna jalan mengalami kecelakaan ringan.
Bahkan, warga sempat menanam pohon pisang sebagai penanda lokasi jalan rusak sekaligus bentuk protes atas kondisi infrastruktur tersebut.
Menanggapi fenomena tersebut, Heru menegaskan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan pemerintah kecamatan sebelum melakukan aksi protes di lapangan.
“Intinya jangan sampai terjadi tindakan sepihak. Harus ada koordinasi. Pemerintah desa dan kecamatan siap merespons setiap laporan masyarakat, selanjutnya akan kami sampaikan ke dinas teknis agar segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Heru mengungkapkan, setelah menerima laporan, pihaknya langsung berkoordinasi intens dengan dinas PUPR.
Hasilnya, penanganan sementara berupa penambalan jalan langsung dilakukan guna mengantisipasi kecelakaan lalu lintas.
Selain itu, pembangunan jalan permanen juga telah mulai dilaksanakan di beberapa titik strategis.
Beberapa ruas jalan yang sudah masuk tahap pengerjaan meliputi jalur lampu merah Wonorejo, Doroampel, hingga Podorejo.
Bahkan, pengerjaan hotmix di sebagian wilayah Wonorejo telah dimulai dan berjalan sesuai rencana.
Sementara untuk wilayah Wates, pembangunan dijadwalkan tetap dilakukan tahun ini dengan menunggu proses kontrak pekerjaan.
“Alhamdulillah respons dari dinas PUPR, khususnya Bina Marga, sangat cepat. Jalur tersebut merupakan penghubung antarwilayah menuju Kalidawir sehingga penanganannya menjadi prioritas,” jelasnya.
Heru menambahkan, koordinasi yang intens tidak hanya dilakukan pada tahap pelaporan, tetapi juga pengawasan pengerjaan.
Pihak kecamatan bersama forkopimcam dan pemerintah desa bahkan turut memantau langsung hingga proses penambalan selesai.
Sebagai bentuk evaluasi, Camat Sumbergempol juga menegaskan pentingnya sistem pelaporan berjenjang.
Saat ini, pemerintah kecamatan telah membentuk grup komunikasi berbasis aplikasi pesan singkat yang melibatkan kepala desa dan unsur forkopimcam guna mempercepat penanganan setiap keluhan masyarakat.
“Kami tekankan kepada seluruh kepala desa agar setiap kejadian kewilayahan segera dilaporkan dengan data yang jelas. Jangan sampai pemerintah kecamatan tidak mengetahui persoalan di lapangan,” imbuhnya.
Selain penanganan jangka pendek, pemerintah kecamatan juga menyiapkan langkah preventif jangka panjang.
Upaya tersebut dilakukan melalui pembinaan kepada pemerintah desa dan masyarakat agar turut menjaga fasilitas infrastruktur yang telah diperbaiki.
“Kami selalu mengingatkan pemerintah desa untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa fasilitas umum adalah tanggung jawab bersama. Jika dijaga bersama, tentu manfaatnya bisa dirasakan lebih lama,” tandasnya.(rin/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri