Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Daftar Makam Waliyullah di Tulungagung, Destinasi Ziarah yang Sarat Sejarah dan Spiritual

Davina Ar Raafika • Minggu, 15 Februari 2026 | 19:35 WIB
Sejarah Wali Songo di Pulau Jawa: kisah sembilan ulama menyebarkan Islam dengan dakwah damai, budaya, dan pendidikan.
Sejarah Wali Songo di Pulau Jawa: kisah sembilan ulama menyebarkan Islam dengan dakwah damai, budaya, dan pendidikan.

RADAR TULUNGAGUNG – Daftar makam waliyullah di Tulungagung menjadi informasi yang banyak dicari peziarah, khususnya mereka yang ingin melakukan wisata religi di wilayah selatan Jawa Timur. Keberadaan makam para ulama dan tokoh agama tersebut tidak hanya menjadi tempat berdoa, tetapi juga pusat sejarah penyebaran Islam di daerah ini.

Daftar makam waliyullah di Tulungagung tersebar di berbagai kecamatan dan desa. Sebagian berada di kawasan yang masih kental dengan tradisi pesantren, sementara lainnya berada di permukiman masyarakat yang menjaga tradisi ziarah secara turun-temurun. Tidak sedikit peziarah datang dari luar daerah untuk berkunjung.

Informasi mengenai daftar makam waliyullah di Tulungagung kembali ramai dibahas setelah beredarnya video dokumentasi yang merangkum puluhan lokasi makam ulama. Video tersebut menyebutkan nama tokoh, desa, serta wilayah tempat makam berada, sehingga memudahkan peziarah yang ingin menyusun rute perjalanan.

Puluhan Makam Ulama Tersebar di Berbagai Wilayah

Berdasarkan informasi yang beredar, terdapat sedikitnya 44 makam ulama dan tokoh agama yang sering diziarahi masyarakat. Beberapa di antaranya dikenal luas oleh warga setempat, sementara sebagian lainnya lebih dikenal di lingkungan tertentu atau kalangan peziarah khusus.

Beberapa nama yang disebut antara lain Kyai Abdul Fatah Hasan Tholabi di wilayah Mangunsari, Mbah Nuriahman di Bakalan, serta Bahlul Adim di Botoran. Selain itu, terdapat pula Mbah Mansyur Sani di Tawangsari dan Kyai Mall Syarif di Majan.

Di wilayah lain, peziarah juga mengenal makam Mbah Langkir di Winong, Bahusein di Gedung Singkal, serta Ahmad Djojodiningrat di Ngadirogo, Sumbergempol. Nama lain yang cukup sering disebut adalah Mbah Kyai Ageng Muhammad Mesir dan Habib Ahmad bin Salim Al Mudhor yang juga berada di kawasan Sumbergempol.

Selain itu, terdapat pula makam Mbah Madali di Tawangsari, Abdul Aziz di Bintaro, serta Mbah Soleh Faruk yang dikenal juga dengan sebutan Mbah Wiro. Makam-makam tersebut menjadi bagian dari jalur ziarah yang sering dikunjungi masyarakat lokal.

Kawasan Campurdarat hingga Pakel Jadi Titik Ziarah

Sejumlah makam juga berada di wilayah Campurdarat dan sekitarnya. Di antaranya Kyai Haji Dimyati yang dikenal sebagai Mbah Wali, serta Sayyid Mursaq dan Guru Wali Nur Hidayatullah di kawasan Popoh.

Wilayah Pakel juga memiliki beberapa makam ulama yang sering diziarahi, seperti Abu Yusak bin Raqib dan Mahmud bin Thohir di Bangunmulyo. Selain itu, terdapat pula Abu Hasan bin Rawi yang masih berada di kawasan yang sama.

Nama lain yang disebut dalam daftar tersebut meliputi Syaikh Wahyudin Baidowi di Pojok Ngadri, Kasidin Mahmud di Gadingan, hingga Mbah Kurdin Hudhoyono di Polorejo. Makam Mbah Maulana di Klampisan Kondang serta beberapa tokoh lain juga termasuk dalam daftar ziarah masyarakat.

Tradisi Ziarah yang Terus Bertahan

Tradisi ziarah makam ulama telah berlangsung lama di Tulungagung. Bagi sebagian masyarakat, ziarah bukan sekadar mengunjungi makam, tetapi juga sarana mengenang jasa para ulama yang berperan dalam penyebaran agama dan pendidikan.

Selain itu, kegiatan ziarah sering dilakukan pada waktu-waktu tertentu, seperti menjelang bulan Ramadan, setelah Idul Fitri, atau pada peringatan haul tokoh yang dimakamkan. Pada momen tersebut, jumlah peziarah biasanya meningkat tajam.

Kehadiran para peziarah juga berdampak pada perekonomian warga sekitar. Banyak penduduk yang membuka warung, menyediakan parkir, atau menjual perlengkapan ziarah. Hal ini menjadikan kawasan makam tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga memiliki manfaat sosial dan ekonomi.

Potensi Wisata Religi

Pemerhati budaya menilai keberadaan puluhan makam ulama di Tulungagung merupakan potensi wisata religi yang besar. Jika dikelola dengan baik, jalur ziarah dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun luar daerah.

Namun demikian, sejumlah pihak mengingatkan pentingnya menjaga kesakralan dan kebersihan area makam. Pengunjung diharapkan tetap mematuhi tata tertib serta menghormati tradisi setempat.

Daftar makam waliyullah di Tulungagung menunjukkan bahwa wilayah ini memiliki jejak sejarah keagamaan yang panjang. Bagi masyarakat, makam-makam tersebut bukan hanya tempat peristirahatan terakhir para ulama, tetapi juga pengingat akan perjalanan panjang dakwah dan budaya Islam di daerah tersebut.

Editor : Davina Ar Raafika
#8 makam wali di Tulungagung #sejarah Islam Jawa Timur #makam wali #ziarah Tulungagung #Wisata religi Tulungagung