Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Makam Sunan Kuning Tulungagung Selalu Ramai Diziarahi, Pintu Masuk Dibuat Kecil demi Menjaga Adab Pengunjung

Davina Ar Raafika • Minggu, 15 Februari 2026 | 19:45 WIB
Ceramah sejarah masuknya Islam ke Nusantara membahas dakwah awal, peran ulama, hingga perubahan Sunda Kelapa menjadi Jayakarta.
Ceramah sejarah masuknya Islam ke Nusantara membahas dakwah awal, peran ulama, hingga perubahan Sunda Kelapa menjadi Jayakarta.

RADAR TULUNGAGUNG – Makam Sunan Kuning Tulungagung menjadi salah satu destinasi ziarah religi yang menarik perhatian peziarah dari berbagai daerah.

Keunikan makam ini tidak hanya terletak pada sejarahnya, tetapi juga pada pintu masuk yang dibuat kecil sebagai simbol menjaga adab dan sopan santun bagi setiap pengunjung yang datang.

Makam Sunan Kuning Tulungagung berada di kawasan Macanbang dan dikenal sebagai salah satu makam ulama tua di wilayah Kabupaten Tulungagung.

Setiap tahun, tempat ini didatangi peziarah dari berbagai daerah di Jawa hingga luar pulau, menjadikannya salah satu titik penting dalam jalur wisata religi setempat.

Keberadaan Makam Sunan Kuning Tulungagung tidak lepas dari sejarah panjang penyebaran Islam di daerah tersebut.

Tokoh yang dimakamkan di lokasi ini diyakini sebagai seorang ulama yang gigih berdakwah di masa awal perkembangan Islam, ketika sebagian masyarakat masih memegang kepercayaan lama.

Pintu Masuk Kecil untuk Menjaga Adab

Salah satu hal yang paling mencolok dari Makam Sunan Kuning Tulungagung adalah ukuran pintu masuk yang relatif kecil.

Pintu tersebut sengaja dibuat demikian agar setiap orang yang masuk harus menundukkan badan.

Masyarakat setempat meyakini bahwa desain tersebut memiliki makna simbolis, yakni mengajarkan kerendahan hati dan sopan santun ketika memasuki area makam ulama.

Tradisi ini sekaligus menjadi pengingat agar peziarah menjaga sikap selama berada di kawasan makam.

Selain itu, aturan tidak tertulis juga berlaku bagi para pengunjung, seperti menjaga ketenangan, berpakaian sopan, serta tidak melakukan tindakan yang dianggap kurang pantas di area makam.

Baca Juga: Daftar Makam Waliyullah di Tulungagung, Destinasi Ziarah yang Sarat Sejarah dan Spiritual

Sosok Ulama Penyebar Islam

Tokoh yang dimakamkan di lokasi tersebut dikenal dengan nama Sunan Kuning, yang dalam beberapa penuturan disebut memiliki nama lain Zainal Abidin. Ia dikenal sebagai ulama yang berperan dalam menyebarkan ajaran Islam di Tulungagung pada masa lampau.

Dalam perjalanan dakwahnya, Sunan Kuning disebut menghadapi berbagai tantangan. Pada masa itu, sebagian masyarakat masih memegang kepercayaan animisme, seperti menyembah pohon atau batu. Dakwah yang dilakukan sering mendapat penolakan maupun pandangan miring.

Namun demikian, Sunan Kuning tetap melanjutkan syiar Islam dengan pendekatan yang bijaksana. Ketekunan tersebut membuat ajaran Islam perlahan diterima oleh masyarakat setempat.

Beberapa cerita lisan juga menyebutkan bahwa kawasan tempat makam berada dahulu merupakan wilayah yang dibabat atau dibuka oleh tokoh-tokoh terdahulu, sehingga berkembang menjadi permukiman dan pusat aktivitas masyarakat.

Makam Sunan Kuning Tulungagung Selalu Ramai Diziarahi, Pintu Masuk Dibuat Kecil demi Menjaga Adab Pengunjung

Hingga kini, Makam Sunan Kuning Tulungagung masih ramai didatangi peziarah. Pengunjung tidak hanya berasal dari wilayah Tulungagung, tetapi juga dari berbagai daerah di Jawa Timur dan luar pulau.

Dalam sejumlah kesempatan, masyarakat setempat menyebut peziarah datang dari daerah seperti Banyuwangi, Bojonegoro, hingga luar Jawa, termasuk Sumatera dan Kalimantan. Mereka datang dengan tujuan berdoa, mengenang perjuangan ulama, maupun sekadar berziarah dalam rangka perjalanan religi.

Kegiatan ziarah biasanya meningkat pada waktu-waktu tertentu, seperti menjelang bulan Ramadan atau saat digelar acara keagamaan. Pada momen tersebut, kawasan makam menjadi lebih ramai karena adanya pengajian dan kegiatan doa bersama.

Tradisi dan Peringatan Tahunan

Masyarakat sekitar juga memiliki tradisi memperingati haul atau peringatan tahunan tokoh yang dimakamkan di tempat tersebut.

Acara biasanya diisi dengan pengajian, doa bersama, dan kegiatan keagamaan lainnya yang melibatkan warga sekitar.

Tradisi ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada ulama, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial masyarakat.

Kehadiran peziarah dari berbagai daerah turut memberi dampak ekonomi bagi warga, terutama pedagang kecil di sekitar area makam.

Potensi Wisata Religi yang Terus Berkembang

Pengamat budaya menilai keberadaan Makam Sunan Kuning Tulungagung memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata religi.

Selain memiliki nilai sejarah, lokasi ini juga menyimpan kearifan lokal yang masih terjaga, seperti tradisi menjaga adab ketika berziarah.

Namun demikian, pengelolaan kawasan diharapkan tetap mengedepankan pelestarian nilai spiritual dan kebersihan lingkungan.

Kesadaran pengunjung juga menjadi faktor penting agar situs bersejarah tersebut tetap terjaga.

Makam Sunan Kuning Tulungagung bukan hanya menjadi tempat peristirahatan terakhir seorang ulama, tetapi juga menjadi saksi perjalanan dakwah Islam di daerah tersebut. Kisah perjuangan, tradisi ziarah, dan nilai budaya yang melekat menjadikan tempat ini tetap hidup dalam ingatan masyarakat hingga sekarang.

Editor : Davina Ar Raafika
#ziarah makam wali Tulungagung #Makam Sunan Kuning Tulungagung #sejarah Sunan Kuning #makam keramat Tulungagung #Wisata religi Tulungagung